PSBB Kota Serang, Walkot Tak Larang Wisata Tetap Buka

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Jumat, 11 Sep 2020 16:17 WIB
Wali Kota Serang Syafrudin
Wali Kota Serang Syafrudin (Foto: Bahtiar Rifa'i)
Serang -

Wali Kota Serang Syafrudin tak melarang adanya pembukaan lokasi wisata saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). PSBB di wilayahnya dibuat tidak untuk menutup bisnis warga, tapi membatasi agar tetap ada protokol kesehatan.

"PSBB bukan menutup ya, PSBB itu membatas, silahkan saja masyarakat mau beribadah baik di masjid dan tempat lainnya, yang penting adalah pembatasan kapasitas kemudian protokol kesehatan yang diperketat, wisata juga nggak apa-apa," kata Syafrudin saat ditemui wartawan di Puspemkot Serang, Jumat (11/9/2020).

Pembatasan dilakukan untuk mengawasi kerumunan dan membatasi kapasitas baik itu tempat usaha dan tempat ibadah. Warga tetap menjalankan roda perekonomian supaya tetap mendapat penghasilan.

"Supaya jangan kelaparan, supaya (ekonomi) berjalan seperti biasa), tambahnya.

Di lingkungan Pemkot, Aparatur Sipil Negara (ASN) pun dibatasi hanya 50 persennya saja yang bekerja. Sisanya mereka melakukan work from home. PSBB yang dilakukan sampai 24 September pun menghentikan kegiatan seperti even-even besar dan car free day yang dikelola pemkot.

Berdasarkan Perwal 36 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB di Kota Serang, dilakukan penghentian untuk beberapa hal misalkan pembelajaran di institusi pendidikan, pembatasan di tempat kerja, pembatasan kegiatan di tempat dan fasilitas umum, pembatasan kegiatan sosial dan budaya.

"Semuanya kita batasi dari kapasitas misalkan itu 100 persen menjadi 30 persen, dan cek poin juga sudah kita laksanakan," pungkasnya.

Di aturan itu juga menerapkan sanksi bagi pelanggar perorangan, pelaku usaha, dan penyelenggara tempat fasilitas umum. Namun, tak ada sanksi berupa denda namun sanksi berupa teguran lisan dan tertulis, pembubaran, pembekuan izin, dan pencabutan izin.

(bri/mud)