Drive In Cinema Bandung Dimulai Hari Ini, Pemkot: Ikuti Protokol Kesehatan

Wisma Putra - detikNews
Rabu, 09 Sep 2020 10:28 WIB
Sidang gugatan pelantikan Sekda Kota Bandung di PTUN Bandung.
Foto: Sekda Bandung Ema Sumarna (Mochamad Solehudin/detikcom).
Bandung -

Mulai malam ini kegiatan nonton film layar lebar di dalam mobil atau drive in cinema bisa dinikmati warga Kota Bandung. Kegiatan drive in cinema yang direncanakan digelar di kawasan Obyek Wisata Kiara Artha Park, Jalan Jakarta, Kota Bandung itu akan digelar dari 9-13 September 2020.

Sejumlah persiapan sudah dilakukan oleh pihak terkait terutama menyangkut protokol kesehatan demi mencegah COVID-19. Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana juga sempat menghadiri simulasi kegiatan tersebut.

Meski begitu, Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna tetap meminta pihak penyelenggara benar-benar memperhatikan protokol kesehatan sesuai dengan rekomendasi yang diberikan.

"Itu kan sudah ditinjau oleh Pak Wakil Wali Kota, simulasi sudah berjalan, rekomendasi dari leading sektor sudah keluar. Kita silahkan, selama mereka mengikuti ketentuan dan protokol kesehatan yang ada," kata Ema di Balai Kota Bandung, Rabu (9/9/2020).

Dia menilai kegiatan tersebut cukup aman untuk digelar. Karena, kata Ema, para pengunjung tidak akan saling kontak.

"Merekakan tidak ada kontak fisik, mereka kan di dalam kendaraan. Kendaraan (penumpang) itu dalam kondisi seperti ini maksimum 50 persen, sama dengan hotel dan lainnya," ungkapnya.

"Contoh mobil Kijang, kan maksimal 7, idealnya 4 atau 3. Nah kalau lebih dari itu enggak boleh. Panitia sudah menyanggupi, peserta dibatasi dan orang yang masuk harus berpegang pada protokol kesehatan," tambahnya.

Ema menambahkan kegiatan bisa jadi role model ke depannya. Sehingga roda ekonomi tetap berjalan meski masih di tengah pandemi COVID-19.

"Bisa saja, ini bagain dari pada pilihan dan kreativitas yang dilakukan. Karena mungkin begini mesin ekonomi mereka juga harus berjalan, makanya mereka sekarang mencari terobosan, inovasi, kreativitas yang tentunya bersandar pada situasi protokol kesehatan," ujarnya.

(wip/mso)