Gunung di Garut Rawan Terbakar, Pendaki Jangan Sembrono Nyalakan Api

Hakim Ghani - detikNews
Jumat, 04 Sep 2020 13:31 WIB
kebakaran di gunung papandayan
Kebakaran lahan yang pernah terjadi di Gunung Papandayan. (Foto: Istimewa)
Garut -

Musim kemarau mulai melanda wilayah Kabupaten Garut. Beberapa gunung yang ada di 'Kota Intan' ini rawan terbakar. Pendaki dan masyarakat diharapkan tak sembrono nyalakan api.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut mencatat total ada 1.100 hektare lahan yang mudah terbakar saat kemarau di seluruh wilayah Garut. Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Garut Tubagus Agus Sofyan mengatakan Gunung Guntur merupakan salah satu gunung yang rentan terjadi kebakaran saat kemarau.

"Yang paling rawan terbakar itu lahan di Gunung Guntur, Cikuray, Sadakeling sampai Sancang," kata Tubagus kepada wartawan di kantornya, Jumat (4/9/2020).

Beberapa dari lahan yang rentan terbakar selama musim kemarau di Kabupaten Garut terletak di tempat-tempat yang kerap menjadi tujuan pendakian seperti Gunung Guntur dan Gunung Cikuray.

BPBD mengimbau para pendaki untuk berhati-hati dalam menyalakan api ketika mendaki di sana. "Kita menggiatkan imbauan kepada pendaki dan masyarakat. Jangan sampai lalai membiarkan bekas memasak, puntung rokok atau membuat api unggun menyala kemudian ditinggal. Itu bisa memicu kebakaran lahan," tutur Tubagus.

Kebakaran lahan sudah terjadi di kawasan-kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir. Menurut catatan BPBD, kebakaran dapat disebabkan dua faktor, yakni faktor alam dan kelalaian manusia.

Guna mengantisipasi kebakaran lahan, petugas BPBD dan sejumlah pihak terkait mengintensifkan kegiatan patroli di wilayah-wilayah yang dianggap rawan terjadi kebakaran. "Kami juga beri arahan kepada masyarakat yang ada agar bisa mandiri melakukan pemadaman dan membuat sekat bakar agar lahan yang terbakar dapat diminimalkan," ujar Tubagus.

(bbn/bbn)