Puluhan Warga Pangandaran Keracunan Usai Santap Hidangan Syukuran

Faizal Amiruddin - detikNews
Jumat, 04 Sep 2020 11:50 WIB
Warga Pangandaran dilarikan ke puskesmas karena diduga keracunan makanan
Warga Pangandaran dilarikan ke puskesmas karena diduga keracunan makanan (Foto: Ismet Selamet)
Pangandaran -

Puluhan warga Desa/Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran mengalami keracunan. Mereka muntah-muntah dan diare usai menyantap makanan di acara syukuran di rumah seorang warga pada Kamis (3/9).

Kepala Puskesmas Padaherang Suryati membenarkan adanya peristiwa keracunan makanan yang mengakibatkan puluhan warga harus dirawat. "Kami masih melakukan rekap karena ada yang hanya berobat jalan dan harus dirawat," kata Suryati, Jumat (4/9/2020).

Sementara ini yang dirawat ada 26 orang, mereka tersebar di tiga tempat yakni Puskesmas Padaherang, Puskesmas Sindangwangi, Puskesmas Kalipucang dan RSUD Pangandaran. Sementara puluhan lainnya cukup berobat jalan.

Menurut Suryati, awalnya korban mengalami keluhan sakit perut, mual lalu muntah-muntah, pusing dan buang air besar. "Korban terus berdatangan sejak Kamis malam. Karena daya tampung kami terbatas, sebagian korban dibawa ke Puskesmas terdekat. Ke Kalipucang, ke Sindangwangi," kata Suryati.

Kanit Reskrim Polsek Padaherang Bripka Dani Erwanto menambahkan musibah keracunan diduga dari santapan di acara syukuran 4 bulanan.

"Kami sudah memeriksa beberapa saksi dan mengamankan beberapa sampel makanan," ujar Dani.

Menurut keterangan dari saksi-saksi, penyelenggara acara syukuran 4 bulanan tersebut menyediakan makanan. Dalam acara tersebut, penyelenggara syukuran menyediakan makanan untuk tamu undangan berupa kacang kering, bolu kijing, agar-agar, buras, air mineral ukuran gelas untuk disantap di tempat tersebut. Selesai acara para tamu undangan dibekali "nasi berkat" yang berisi nasi putih, mie soun, bihun, telur rebus, mie, tempe, tahu, ketupat ketan, sayur cabe,dan kerupuk yang selanjutnya dibawa pulang ke rumah masih-masing untuk dimakan.

"Kemudian keesokan harinya, Kamis 3 September 2020 sekira pukul 02.00 WIB salah seorang warga yang merupakan tamu undangan mengalami muntah-muntah, diare, kepala pusing yang diikuti oleh beberapa warga lainnya yang menghadiri acara tersebut sehingga harus ditangani oleh tenaga medis," ujar Dani.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran Yani Ahmad Marzuki mengatakan tim medis sudah menangani kejadian ini. "Bukan, belum menjadi kejadian luar biasa. Hanya peningkatan kasus saja dan sudah tertangani," kata Yani. Dia mengatakan akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menelusuri penyebab pasti keracunan massal ini.

(mud/mud)