Menag Sebut Punya Pemikiran Khilafah Tak Usah Jadi PNS, Ini Kata MUI Jabar

Wisma Putra - detikNews
Kamis, 03 Sep 2020 16:52 WIB
Sekretaris MUI Jabar Rafani Achyar
Sekretaris MUI Jabar Rafani Achyar (Foto: Mochamad Solehudin)
Bandung -

Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi memberi usulan khusus terkait penerimaan CPNS. Ia meminta agar seleksi CPNS dibuat lebih ketat dan tidak menerima peserta-peserta yang terindikasi memiliki paham keagamaan tertentu seperti pro khilafah.

Sektretaris MUI Jabar Rafani Achyar mengatakan menag pasti punya alasan mengusulkan pengetatan seleksi ASN.

"Kita harus pahami latar belakang, bahwa mereka yang punya obsesi mendirikan khilafah berarti punya keinginan untuk mengganti bentuk dan subtansi NKRI," kata Sekum MUI Jabar Rafani Achyar via sambungan telepon, Kamis (3/9/2020).

Menurutnya, NKRI dibentuk berdasarkan hasil kesepakatan para pendiri bangsa. Siapa pendiri bangsa itu, kebanyakan para pemuka agama.

"Jadi dari sudut pandang Islam tidak ada hak yang bertentangan dengan Islam, karena itulah makannya para tokoh Islam yang mendirikan negara NKRI itu final," ujarnya.

Ia mengaku memahami kekhawatiran menag terkait ASN yang memiliki pemahaman khilafah.

"Kalau menteri agama punya pemikiran tidak boleh jadi ASN itu dilatarbelakangi kekhwatiran nanti kalau seseorang punya cita-cita menjadi pegawai negeri di mana kesetiaannya," ungkapnya.

"Tidak mungkin dia punya kesetiaan terhadap negara, kalau saya sih memahami saja, apakah kalau itu bertentangan dengan perundangan harus dicari," tambahnya.

(wip/mud)