Indonesia di Ambang Resesi, Ridwan Kamil Tetap Optimistis

Yudha Maulana - detikNews
Selasa, 01 Sep 2020 19:52 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil usai disuntik vaksin.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Foto: Yudha Maulana)
Bandung -

Pandangan pesimistis akan terperosoknya Indonesia ke jurang resesi pada kuartal ketiga 2020 mencuat dari sejumlah pejabat publik. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memilih untuk mencari upaya-upaya untuk memulihkan perekonomian.

"Saya sih masih menunggu kabar resmi ya. Misalkan besok disebut resesi, ya disebut resesi atau tidak resesi, kerja kita tidak berubah. Kita akan terus mencari upaya-upaya meningkatkan produktivitas. Salah satunya kan daya beli, makanya bantuan tunai yang buat gaji di bawah berapa Rp 5 juta itu, untuk UMKM berapa triliun rupiah yang ada di BJB, lagi kita dorong," katanya saat ditemui di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (1/9/2020).

"Jadi bagi saya pribadi, memaknai resesi sebagai sebuah statistik yang yang harus kita waspadai, tapi tidak mengubah semangat kita untuk terus mencoba berupaya menaikkan ekonomi," kata pria yang akrab disapa Kang Emil itu melanjutkan.

Ia optimistis pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat akan kembali naik pada akhir tahun mendatang, hal ini dipicu karena aktivitas pembayaran proyek pembangunan yang dilakukan di akhir tahun. Biasanya, ujar Kang Emil, di kuartal kedua ini pemerintah melakukan belanja barang yang nilainya relatif lebih kecil.

"Mayoritasnya kan ada dibayar kontraktor atau apa. Infrastruktur itu memang paling besar dan ternyata memang numpuknya di akhir tahun. Itulah kenapa kita kelihatannya lompatnya di akhir tahun," katanya.

Ia pun mengungkap arahan Presiden Jokowi dalam rapat virtual pada Selasa (1/9), yang meminta agar kepala daerah untuk meningkatkan kualitas pemulihan ekonomi secara maksimal.

"Harapannya, mudah-mudahan tiga atau satu bulan ya, untuk caturwulan ketiga ini, harapannya tidak ada resesi. Tapi kalaupun ada, kita hadapi sama-sama. Dan hasil prediksi semoga benar, di akhir tahun sih kita bisa positif (pertumbuhan ekonominya) walaupun angkanya tidak besar," katanya.

Investasi Terus Mengalir

Kang Emil memastikan pada Oktober 2020 akan dilaksanakan ground breaking salah satu kota baru di Kawasan Rebana (Cirebon-Patimban-Kertajati). Ia mengatakan, kota ini akan menjadi salah satu lokasi strategis di Jabar.

"Kemudian Novembernya peresmian Pelabuhan Patimban. Mudah-mudahan memberikan pesan bahwa Jawa Barat sudah siap dengan ekonomi, walaupun ada klaster di industri itu, akan kita telusuri dan akan kita lokalisir," katanya.

Sebelumnya, Emil mengatakan dalam kurun enam bulan, pada semester 1 tahun 2020, ternyata investasi yang masuk ke Jawa Barat tidak berkurang, sebesar Rp 57,9 triliun. Dan menjadikan Jawa Barat sebagai peringkat nomor 1 di Indonesia dalam hal investasi.

(mud/mud)