Menteri Tjahjo Sebut 1 Juta Formasi Guru Dibuka untuk CPNS 2021

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Senin, 31 Agu 2020 17:52 WIB
Para menteri dan sejumlah kepala daerah menghadiri Aksi Nasional Pencegahan Korupsi (ANPK) di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (26/8/2020). Tampak hadir seperti Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri Agraria Sofyan Djalil, Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Gubernur DIY Sultan HB X dan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. Presiden dan Wapres menghadiri acara ini secara daring. Salah satu acara ANPK tersebut yakni paparan capaian aksi dalam program Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK).
MenPAN-RB Tjajo Kumolo (Foto: Ari Saputra/detikcom).
Pandeglang -

Rekrutmen CPNS untuk satu juta formasi guru rencananya akan dibuka untuk tahun 2021. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Tjahjo Kumolo saat meresmikan Mal Pelayanan Publik (MPP) di Pandeglang, Banten.

"Tahun depan pak Menteri Pendidikan, Insya Allah akan melaunching rekrutmen 1 juta tenaga guru," kata Tjahjo, Senin (31/8/2020).

Data dari KemenPAN-RB, ada 4,2 juta lebih ASN yang 70 persennya ada di daerah-daerah. Namun, 1,6 juta orang merupakan tenaga administrasi.

Sehingga, menurutnya ada kekurangan untuk tenaga medis seperti dokter, bidan dan perawat. Termasuk minimnya tenaga penyuluh seperti untuk pertanian, pengairan dan sebagainya.

"Ini yang akan kita atur dengan baik, sehingga rekrutmen nanti sesuai kebutuhan," ungkapnya.

Suatu daerah, misalkan Pandeglang jika di tahun depan ada 3 ribu pegawai yang pensiun, belum tentu akan kembali merekrut pegawai dengan jumlah sama. Penerimaan pegawai, kata Tjahjo, akan dibuka sesuai kebutuhan apalagi karena pandemi Corona.

"Ada yang kerja kedinasan di rumah dan kantor kemudian sistem tata kelola pemerintahan diatur efektif, mungkin tidak terlalu banyak pegawai," paparnya.

Ia menambahkan ada beberapa kementerian dan lembaga di 2021 yang tidak membuka calon pegawai baru. Termasuk di KemenPAN-RB dan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) yang tak merekrut karena anggarannya digunakan untuk penanggulangan pandemi COVID-19.

(bri/mso)