Bantah PDIP soal Koaliasi, PKB Sukabumi: Kami Solid Dukung Adjo

Syahdan Alamsyah - detikNews
Jumat, 28 Agu 2020 15:39 WIB
Ilustrasi Fokus Nasib Pilkada Langsung (Andhika Akbaransyah)
Foto: Ilustrasi Fokus Nasib Pilkada Langsung (Andhika Akbaransyah)
Sukabumi -

Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDIP Mochtar Mohamad mengatakan partainya sudah solid untuk berkoalisi dengan PPP, PKB di Pilbup Kabupaten Sukabumi. Namun hal itu dibantah ketua DPC PKB Kabupaten Sukabumi Asep Supriatna.

"Saya klarifikasi itu bahwa tidak ada namanya koalisi ditingkat Kabupaten Sukabumi PKB, PPP dan PDIP. Tidak ada kesepakatan koalisi dan koalisi kita itu tetap konsisten dengan Gerindra dan PAN mengusung Pak Adjo Sardjono dan Pak Iman Adi Nugraha dan kita melakukan itu sudah hampir setahun lebih mengikuti perintah dan tugas dari desk Pilkada pusat memberikan tugas kepada Pak Adjo untuk menjadi bupati dan kita mencarikan wakil dan koalisinya kan gitu loh," ucap Asep melalui sambungan telepon, Jumat (28/8/2020).

Asep mengaku kecewa dengan keterangan yang disampaikan oleh Mochtar karena pada praktiknya PKB berkoalisi dengan Gerindra dan PAN. "Saya juga kecewa lah dengan bahasa Pak Mochtar itu bahwa dia mengklaim ditingkat kabupaten koalisi sepakat itu tidak ada," tegasnya.

Meski mengatakan solid, namun Asep membenarkan belum ada SK dari DPP PKB terkait koalisi yang dibangun untuk mendukung pasangan calon Adjo-Iman di Pilbup Sukabumi 2020 mendatang. Adjo diketahui berstatus sebagai Wakil Bupati Sukabumi sementara Iman adalah Bendahara Umum (Bendum) DPW PAN Jawa Barat.

"Sampai hari ini SK DPP PKB memang belum turun dan saya sampai hari ini masih menunggu proses yang dilakukan DPP PKB, tapi (SK) dari PAN dan Gerindra sudah keluar," jelasnya.

Menurut Asep, ia dan seluruh jajaran DPC PKB sudah mensosialisasikan dukungan tersebut hingga ke tingkat ranting. Mekanisme partai juga dijalani untuk koalisi yang dibangun dan semua itu ditegaskan Asep sudah diadministrasikan hingga ke tingkat Jawa Barat.

"Kalau misalkan DPP PKB pusat mengusung sesuai dengan koalisi yang PDI P, PPP ya enggak tahu, yang jelas hari ini saya sudah satu tahun sudah mensosialisasikan ke PAC, Ranting dan masyarakat. (Ketika SK berkata lain) itu reaksinya ya seperti itu, ini akan menunjukan inkonsistensi gerakan PKB dan itu akan menurunkan simpati masyarakat kepada PKB dan hari ini yang ingin saya klarifikasi itu tetap konsisten terhadap pak Adjo," jelasnya.

"Iya itu kita akan kecewa, PAC pun kecewa, DPC akan kecewa, fraksi fraksi yang sudah berbua tpun selama ini sudah mensosialisasikan pak Adjo pasti kecewa, saya melakukan ini untuk kebesaran PKB dan juga untuk konsistensi sebagai internal partai," tutur Asep menambahkan.

Diberitakan sebelumnya, PDIP, PPP dan PKB sepakat untuk bersama-sama membangun koalisi di Pilbup Sukabumi 2020. Tiga partai itu akan mengusung pasangan Abubakkar Sidik dan Sirojudin dalam Pilbup nanti.

Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDIP Mochtar Mohamad mengatakan pada Pilbup ini pihaknya mengusung koalisi Religius-Nasionalis.

"Pergerakan partai politik di Kabupaten Sukabumi telah menunjukkan titik terang. Titik terang itu adalah kepastian koalisi partai dalam porosnya masing-masing. Partai PDI Perjuangan kini telah final membentuk poros koalisi nasionalis-religius," kata Mohtar kepada detikcom, Jumat (28/8/2020)

(sya/mso)