Petani di Lembang Keluhkan Harga Tomat-Cabai Anjlok Gegara Pandemi

Whisnu Pradana - detikNews
Senin, 24 Agu 2020 13:07 WIB
Petani di Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Seorang petani di Lembang tengah memanen tomat yang ditanamnya (Foto: Whisnu Pradana/detikcom).
Bandung Barat -

Petani sayuran di Lembang, Kabupaten Bandung Barat mengeluhkan harga sejumlah komoditi mengalami penurunan. Salah satunya harga jual tomat dan cabai di tingkat petani.

Berdasarkan informasi yang didapat detikcom, harga tomat dari petani biasanya dijual Rp 9.000 per kilogram, kini harga jualnya hanya Rp 1.000 per kilogram bahkan pernah hingga Rp 600 per kilogram. Harga cabai yang biasanya dijual Rp 40 ribu per kilogram kini menjadi Rp 7.000 per kilogram.

"Semua jenis sayuran sekarang harganya anjlok, terutama tomat sama cabai. Ya sekitar dua bulan ini lah anjloknya," ujar Tihar (46) petani di Lembang, Senin (24/8/2020).

Biaya operasional yang harus dikeluarkan Tihar setiap musim tanamnya mencapai Rp 130 juta. Modal itu diasumsikan bakal kembali jika panen sayuran yang ditanam berhasil dengan harga jual tinggi ke para pengepul.

Modal tersebut digunakan untuk menggarap lahan 2 hektare miliknya yang ditanami tomat dan cabai. Dalam sekali panen, produksi tomat miliknya bisa mencapai 4 kwintal jika kondisi sedang bagus.

"Kalau harganya Rp 5 ribu saja biasanya dapat sampai Rp 300 juta sekali panen. Kalau sekarang belum balik sepeser pun buat modal. Jadi jangankan keuntungan, malah rugi akhirnya," terangnya.

Salah satu penyebab anjloknya harga jual sayuran dari petani yakni pandemi COVID-19 yang berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat. Jika dalam dua bulan ke depan kondisi masih seperti ini, petani mengaku bakal gulung tikar karena kehabisan modal.

"Karena kondisinya seperti ini jadi lebih banyak di rumah. Jadi stres juga modalnya enggak balik padahal kita sudah keluar modal besar," ujarnya.

(mso/mso)