Langgar Protokol Kesehatan, Pengantin di Bandung Didenda Rp 500 Ribu

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Senin, 24 Agu 2020 08:15 WIB
Two couple have bouquet at the sunset beach
Ilustrasi (Foto: Getty Images/kyonntra)
Bandung -

Sebuah acara pernikahan di Kota Bandung berujung sanksi denda Rp 500 ribu. Pernikahan tersebut diduga melanggar protokol kesehatan di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Sanksi denda tersebut diberikan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung pekan lalu. Petugas mendapat adanya laporan acara pernikahan di kawasan Derwati, Kecamatan Rancasari tak mematuhi protokol kesehatan.

"Itu sudah seminggu yang lalu, ada di Kecamatan Rancasari. Ada laporannya," ucap Kasatpol PP Kota Bandung Rasdian Setiadi saat dikonfirmasi, Senin (24/8/2020).

Rasdian menuturkan aparat kewilayahan sudah sempat mengingatkan agar acara tersebut harus mengikuti protokol kesehatan sesuai peraturan Wali Kota Bandung. Namun kenyataannya, kata Rasdian, acara pernikahan di rumah itu dihadiri banyak tamu dan menimbulkan kerumunan.

"Sebetulnya sudah diingatkan prosedurnya hanya dibatasi 30 orang. Tapi di lapangan tidak sesuai yang diharapkan, malah ramai apalagi ada kegiatan musiknya," tuturnya.

Petugas Satpol PP yang datang ke lokasi pun langsung memberikan denda. Sesuai Perwal yang ada, kegiatan itu didenda Rp 500 ribu.

"Memang pada akhirnya kita sesuaikan penerapan sanksinya denda maksimal Rp 500 ribu. Yang bersangkutan sudah terima. Kita masukan ke database kita," katanya.

Usai didatangin petugas, acara pernikahan itupun selesai. Menurut Rasdian, pasangan yang menikah itu pun mengakui kesalahan telah mengundang banyak massa.

"Jadi sudah selesai pelaksanaannya, kita komunikasi, akhirnya dihentikan kegiatan. Yang bersangkutan mengaku kalau itu tidak sesuai dengan protokol kesehatan. Jadi sudah dihentikan," kata dia.

Tonton video 'Survei Indikator: Kalangan Elit Lebih Sadar Protokol Kesehatan':

[Gambas:Video 20detik]



(dir/mud)