Jelang Musda, DPD Golkar Kota Sukabumi Bergejolak

Syahdan Alamsyah - detikNews
Jumat, 21 Agu 2020 15:42 WIB
DPD Golkar Sukabumi bergejolak jelang musda
DPD Golkar Sukabumi bergejolak jelang musda (Foto: Syahdan Alamsyah)
Sukabumi -

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Sukabumi bergejolak. Padahal pada Minggu (23/8) nanti partai berlambang pohon beringin tersebut akan mengadakan Musyawarah Daerah (Musda) di Bandung.

Kubu yang mengatasnamakan Tim Penyelamat Partai Golkar (TPPG) Kota Sukabumi mempertanyakan soal kedudukan hukum atau legal standing terkait mekanisme dan proses jelang pelaksanaan Musda tersebut.

"TPPG yang terdiri dari politisi senior Partai Golkar mempertanyakan langkah beberapa pengurus DPD Golkar Kota Sukabumi yang menyusun Musda tanpa musyawarah terlebih dahulu, melainkan hanya berbentuk sosialisasi. Bukan rapat pembentukan panitia Musda," kata perwakilan TPPG Kota Sukabumi, Kemal Pasha Weno kepada wartawan, Jumat (21/8/2020).

Kemal juga mengatakan, Ketua DPD Partai Golkar Kota Sukabumi yang saat ini menjabat, Jona Arizona, menduga hal itu adalah salah satu langkah untuk menjabat kembali tanpa memandang struktur kepengurusan lainnya.

"Padahal kalau kita ulas, yang bersangkutan ini (Jona) tak memperlihatkan prestasi yang signifikan untuk Partai Golkar di Kota Sukabumi. Kita bicara berdasarkan data. Kemudian yang bersangkutan ini tercatat sudah melanggar AD/ART dan Peraturan Organisasi (PO) partai," ujar Kemal.

Terkait statemen yang dikeluarkannya, Kemal memastikan tidak bermuatan kepentingan apapun. Menurutnya hal itu murni untuk meluruskan persoalan-persoalan yang ada, untuk perubahan ke arah lebih baik Golkar Kota Sukabumi khususnya.

"Kami sangat mencintai Golkar, artinya tidak untuk mencalonkan sebagai ketua, atau yang lainnya. Kami merasa harus menyelamatkan Partai Golkar Kota Sukabumi. Ini bukan persoalan personal, ini yang berbicaranya adalah aturan, AD/ART dan PO partai. Kami sudah menyiapkan langkah-langkah, termasuk konsultasi dengan DPD Golkar Jawa Barat dan Ketum DPP Golkar, Pak Airlangga," tegas pria yang juga Wakil Ketua DPD Golkar Kota Sukabumi itu.

Salah satu poin pelanggaran AD/ART yang disebut-sebut dilanggar oleh Jona Arizona adalah statusnya yang pernah diberhentikan secara tidak hormat dari keanggotaan Partai Golkar Kota Sukabumi dan sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi lantaran mencalonkan di Pilkada dari PPP dengan bukti terlampir.

Poin lainnya ditambahkan Kemal, Jona Arizona dianggap tak memenuhi syarat sebagai Ketua DPD lantaran belum pernah berkhidmat sebagai pengurus dengan tingkatan yang sama paling minimal lima tahun.

Sementara itu, Wakil Ketua I Bidang Organisasi DPD Partai Golkar Kota Sukabumi, Moch Irwan Setiawan atau akrab disapa Kang Iwong menambahkan, Jona Arizona sepanjang perjalanan momentum politik, seperti Pileg, tak mampu mendongkrak perolehan suara.

"Saya yakin provinsi dan pusat juga punya penilaian sendiri bagaimana kinerja yang bersangkutan. Saya juga tegaskan sekali lagi, ini bukan soal kepentingan pribadi, ini bicara soal penyelamatan partai. Misal saya mau mencalonkan sebagai ketua, saya jawab tidak! Lebih baik diserahkan kepada DPD Golkar Jabar, supaya ada Plt dan posisinya lebih netral," kata Iwong.

(sya/mud)