Diduga Tipu Puluhan Orang, Bos EO di Bandung Dipolisikan

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Jumat, 14 Agu 2020 19:04 WIB
Ilustrasi Penipuan
Ilustrasi penipuan (Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo)
Bandung -

Narapidana sekaligus bos Event Organizer (EO) di Bandung diduga menipu puluhan orang hingga miliaran. Bos EO berinisial MBW itu dilaporkan dengan pasal penipuan hingga Tindak Pidana Pencucian Uang.

Kasus itu dilaporkan sejak akhir tahun 2019 oleh sejumlah korban ke Polda Jawa Barat. Korban melaporkan MBW dengan dugaan TPPU Pasal 3 dan 4 Undang-Undang RI nomor 4 tahun 2010 tentang TPPU. Selain TPPU, bos EO itu pun dilaporkan atas dugaan penipuan dan penggelapan.

"Kami mengajukan ke Polda kita itu Pasal TPPU. Karena kami yakin uang segitu banyak lenyap nggak mungkin. Kami ingin Polda membongkar kemana (uangnya). Kami ingin uang kami kembali, karena terlalu banyak," ucap salah seorang korban bernama Edwin (50) saat ditemui di Jalan Mekar Sejahtera, Bandung, Jumat (14/8/2020).

Edwin menuturkan dugaan penipuan tersebut bermula saat pelaku menawarkan untuk kerja sama menyimpan uang di bisnis EO-nya. Edwin pun berminat lantaran melihat kemajuan bisnis EO tersebut.

Edwin lantas menyimpan uang kepada MBW sebesar Rp 660 juta. Uang investasi yang disimpan itu, dijanjikan akan mendapat keuntungan 2,5 persen dari nilai yang diinvestasikan.

Namun, lama kelamaan uang Edwin tak kunjung dikembalikan. Bahkan Edwin mengaku kaget saat pelaku ternyata berurusan juga kasus penipuan hingga akhirnya MBW dipenjara dengan vonis 1,5 tahun penjara.

"Saya juga sudah pernah menagih ke dia. Dia menjanjikan akan menjual rumahnya dulu, tapi ternyata rumahnya bermasalah," katanya.

Korban lainnya bernama Darjanto (52) juga mengaku sudah menginvestasikan uangnya sebesar Rp 660 juta. Bahkan menurutnya, setelah ditelusuri, korban penipuan yang dilakukan oleh MBW mencapai sekitar 50 orang dengan total kerugian diperkirakan hingga Rp 14 miliar. Jumlah dana yang diinvestasikan beragam mulai puluhan, hingga miliaran rupiah.

"Korbannya itu nggak cuma di Bandung, tapi ada di Tasikmalaya dan Cirebon," katanya.

Upaya hukum lainnya pun sudah dilakukan korban lainnya. Salah satunya melalui gugatan perdata di Pengadilan Negeri (PN) Bandung. Dalam putusan hakim, MBW dinyatakan wajib membayar kerugian materil penggugat sebesar Rp 1.275.000.000.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat Kombes Yaved Duma Parembang mengatakan kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Menurut Yaved, kasus ini membutuhkan waktu dan tidak bisa buru-buru karena perlu pembuktian.

"Laporannya masih berjalan," kata Yaved kepada detikcom.

(dir/mud)