Semarak Agustusan, Kampung Ini Jadikan Jalan Berwarna-Warni

Siti Fatimah - detikNews
Kamis, 13 Agu 2020 16:26 WIB
Kampung warna warni di Bandung jelang agustusan
Foto: Siti Fatimah
Bandung -

Euforia jelang hari kemerdekaan 17 Agustus tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena dihadapi dengan wabah pandemi COVID-19. Tapi hal tersebut tidak memutus kreativitas warga untuk turut memeriahkan HUT RI ke 75.

Salah satunya yang dilakukan warga RT 8 RW 5 Cipamokolan, Santosa Asih, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung. Jalan sepanjang 145 meter di daerah itu dihiasi dengan gambar berbentuk kupu-kupu, buaya, kodok, ikan koi, dan berbagai macam bentuk bunga.

Sebagian juga berbentuk abstrak dengan campuran warna mencolok yang menghiasi jalanan. Dengan adanya tampilan baru tersebut, lingkungan menjadi lebih hidup dan semakin mendekatkan hubungan bertetangga antar warga.

Awalnya penggambaran sketsa menggunakan kapur putih lalu masyarakat dari mulai pemuda, bapak dan ibu serta anak-anak mulai mewarnai jalanan tersebut menggunakan alat kuas dan cat. Ukurannya yang memanjang mempermudah proses penggambaran dan pewarnaan.

Cat yang digunakan berasal dari cat tembok. Untuk 145 meter, para masyarakat menggunakan sekitar 300 kilogram cat dengan berbagai macam pilihan warna. Jika ingin warna yang lebih menyala, mereka menggunakan cat minyak.

Ketua Camat Rancasari Hamdani mengatakan, kegiatan tersebut termasuk inisiatif para warga dalam memeriahkan Agustusan. Dia mengatakan, tidak hanya di RT 8 saja, tetapi rencananya seluruh RT yang berjumlah sepuluh di wilayah dekat kecamatan akan turut melakukan kegiatan tersebut.

"Inspirasi semuanya dari warga, khususnya RT 8. Iniastif warga dari minggu kemarin sekitar ada 200 warga yang terlibat langsung," kata Hamdani saat ditemui di lokasi, Komplek Santosa Asih, Kota Bandung, Kamis (13/8/2020).

Kampung warna warni di Bandung jelang agustusanKampung warna warni di Bandung jelang agustusan Foto: Siti Fatimah

Dia mengatakan, selama ini warganya diam di rumah dan tidak berkegiatan di luar. Itu sebabnya, kerja bakti ini dapat menjadi sebuah hiburan baru bagi masyarakat setempat.

"Kebetulan di tahun ini kena wabah adanya covid sehingga bentuk kegiatan yang biasanya berupa hiburan, perlombaan, tahun ini dialihkan kepada bentuk hiburan yang bisa dinikmati sepanjang waktu," ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Rukun Tetangga (RT) 8 Maman Suherman mengatakan, adanya kegiatan ini masyatakat sangat antusias. Apalagi setelah sekian lama tidak bertegur sapa dengan tetangga.

"Masyarakat antusias sekali karena enggak ada kegiatan selama pandemi. Terus ada ide dari saya (RT) buat langsung bikin kaya gini, kita semangat sama ibu-ibu," kata Maman.

Selama proses pengerjaan, masyarakat juga tetap memperhatikan protokol kesehatan seperti penggunaan masker dan menghindari kerumunan. Terlebih, jalan tersebut menjadi penghubung dengan kantor kecamatan maka kegiatan lebih sering dilakukan di sore hingga malam hari.

"Udah hampir satu minggu, kerjanya malam karena pagi dan siang ada lalu lalang jalan deket ke kecamatan. Sekitar jam 22.00 WIB malam, sekarang tinggal finishing," pungkasnya.

(ern/ern)