Banyak Warga Tak Bermasker, AKB di Pantai Pangandaran Dievaluasi

Faizal Amiruddin - detikNews
Kamis, 13 Agu 2020 15:10 WIB
Pemkab akan mengevaluasi AKB di pantai Pangandaran
Pemkab akan mengevaluasi AKB di pantai Pangandaran (Foto: Faizal Amiruddin)
Pangandaran -

Aktivitas pariwisata di pantai Pangandaran terus menunjukkan peningkatan. Tapi hal itu tak diiringi meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan.

Setidaknya hal itu terlihat dari banyaknya pengunjung atau pelaku usaha yang tidak mengenakan masker. Fasilitas cuci tangan yang tersedia pun tak banyak dimanfaatkan.

Padahal hampir seluruh fasilitas wisata sudah beroperasi. Bahkan tempat hiburan malam seperti kafe dan tempat karaoke sudah beroperasi hingga larut malam. Bahkan beberapa tempat karaoke beroperasi sampai dinihari.

"Pandemi Corona belum berakhir, saya lihat banyak yang tak menggunakan masker. Masyarakat harus terus diingatkan," kata Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata di acara evaluasi adaptasi kebiasaan baru (AKB) di pantai barat Pangandaran, Kamis (13/8/2020).

Jeje mengakui belakangan banyak wisatawan dan pengunjung yang tak menggunakan masker seakan pandemi telah usai. "Sekarang saya beri waktu 3 minggu untuk sosialisasi dan pemantauan langsung. Setelah itu maka akan diberlakukan denda, seperti yang dilakukan di daerah lain," kata Jeje.

Meski sejauh ini terus dilakukan pengambilan sampel tes swab secara acak berkala di sekitar pantai, dan hasilnya selalu negatif, tapi seandainya terjadi kasus maka bisa saja pantai ditutup kembali.

"Kalau sampai ada penularan, lalu pantai ditutup lagi. Yang rugi kita semua. Makanya jangan sampai terjadi, mari kita jaga bersama," kata Jeje.

Dia juga menambahkan tingkat kunjungan wisatawan ke pantai Pangandaran terus membaik. Di hari biasa atau week day tingkat kunjungan bisa mencapai 5.000 sampai 6.000 orang. Jumlah itu berlipat ganda di akhir pekan.

Cicih salah seorang pedagang ikan asin keliling mengaku kondisi keramaian pantai sudah berangsur normal. "Akhir pekan kemarin saya dapat Rp 1,5 juta. Kalau hari biasa dapat Rp 500 ribu," kata Cicih. Dia mengaku senantiasa mengenakan masker saat melayani pembeli. "Saya juga takut, kalau melayani pembeli pasti pakai masker. Paling diturunkan kalau sedang istirahat," kata Cicih.

Tonton video 'Masker Apa yang Paling Efektif Tangkal Virus Corona?':

[Gambas:Video 20detik]



(mud/mud)