Sudah Bebas Murni, Nazaruddin Mau Balik Lagi ke Politik?

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Kamis, 13 Agu 2020 11:31 WIB
M Nazaruddin
M Nazaruddin (Foto: Donny Indra Ramadhan/detikcom).
Bandung -

M Nazzarudin sudah tak berstatus narapidana korupsi. Dia bebas murni mulai hari ini. Lalu akankah kembali ke dunia politik?

"Ya biar Allah yang mengatur jalannya, saya fokus kepada akhirat," ucap Nazaruddin di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Bandung, Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Kamis (13/8/2020).

Kedatangan mantan terpidana kasus proyek Hambalang itu ke Bapas Bandung guna melengkapi persyaratan bebas murninya. Sebelum bebas murni, Nazaruddin sendiri menjalani bebas murni selama dua bulan.

Disinggung soal ada tidaknya tawaran masuk kembali ke dunia politik, Nazaruddin tak menjawab tegas. Dia hanya menyerahkan seluruhnya kepada Tuhan.

"Ya biar Allah yang mengatur," katanya.

Nazaruddin sendiri berencana ingin fokus dalam beribadah. Bahkan dia akan membuat masjid hingga pesantren di Bogor.

"Saya Insya Allah akan bangun masjid dan pesantren yang benar-benar akan menjadi background Indonesia ke depannya, kita sebagai umat muslim terbesar di dunia kan," tuturnya.

Nazaruddin dipidana kurungan selama 13 tahun untuk 2 kasus. Terkait kasus yang menjeratnya, Nazaruddin telah menjadi JC dan mendapat remisi.

Kasus pertama yang menjerat Nazaruddin yaitu kasus suap wisma atlet di mana Nazaruddin terbukti menerima suap Rp 4,6 miliar dari mantan Manajer Pemasaran PT Duta Graha Indah (DGI) M El Idris. Vonis 4 tahun 10 bulan dan denda Rp 200 juta dibebankan pada Nazaruddin pada 20 April 2012. Namun vonis itu diperberat Mahkamah Agung (MA) menjadi 7 tahun dan denda Rp 300 juta.

Kemudian kasus kedua yaitu berkaitan dengan gratifikasi dan pencucian uang. Dia divonis 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar karena terbukti secara sah dan meyakinkan menerima gratifikasi dan melakukan pencucian uang dari PT DGI dan PT Nindya Karya untuk sejumlah proyek yang jumlahnya mencapai Rp 40,37 miliar.

Nazaruddin pun sudah bebas. Dia menjalani CMB berdasarkan surat keputusan Menteri Hukumndan HAM RI nomor : PAS-738.PK.01.04.06 tahun 2020 tanggal 10 Juni 2020 tentang cuti menjelang bebas atas nama Muhammad Nazaruddin bin Latief (alm).

(dir/mso)