Koalisi PKB-Nasdem dan Demokrat di Pilbup Bandung Dikabarkan Retak

Muhammad Iqbal - detikNews
Senin, 10 Agu 2020 15:55 WIB
Cucun Syamsurizal
(Foto: Cucun Syamsurizal. (Lamhot Aritonang/detikcom).
Bandung -

Belum genap satu bulan, koalisi PKB, Nasdem dan Demokrat dikabarkan retak. Demokrat diisukan hengkang dari koalisi yang akan mengusung Dadang Supriatna dan Sahrul Gunawan di Pilbup Bandung 2020.

Namun kabar tersebut dibantah keras oleh Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung Cucun Ahmad Syamsurijal. Cucun mengatakan tidak ada isu keretakan yang menghampiri koalisi tiga partai tersebut.

"Sampai sekarang tidak ada yang menunjukkan ke arah keretakan, ketidakharmonisan, ketidakakiran (dari partai koalisi)," kata Cucun kepada wartawan, Senin (10/8/2020).

Cucun menuturkan koalisi PKB, Nasdem dan Demokrat merupakan usulan yang datang dari Partai Demokrat. Ia menilai, Demokrat tidak akan begitu saja meninggalkan koalisi yang belum berusia satu bulan tersebut.

Selain itu, Cucun pun menceritakan, awal dari koalisi itu terbentuk karena sakit hati dari koalisi sebelumnya. Demokrat tidak sepakat atas pilihan Partai Golkar karena mengusung pasangan Nia Agustina dan Usman Sayogi dalam Pilbup Bandung.

"Kita membangun awal (Koalisi) justru datang dari Demokrat sendiri yang pada saat itu mereka merasakan sudah membangun kesepahaman dengan partai lain (Golkar). Mereka ini ada ketidakcocokan tujuan ke depan Kabupaten Bandung," ujarnya.

Koalisi tersebut, kata Cucun, sudah selesai sebelum nota kesepahaman ditandatangani. Diketahui pada beberapa pekan lalu (20/7/2020) ketiga partai tersebut telah menandatangani sebuah nota kesepahaman yang intinya sepakat mengusung Kang DS dan Sahrul Gunawan.

"Pembicaraan ini sudah final sejak awal sebelum penandatangan semua. Dan ketetapan penjaringan tiap partai dan DPC tingkat pertama diserahkan kepada wilayah dan baru diberikan ke DPP. Bahwa yang berhak mengeluarkan rekomendasi adalah DPP-nya masing masing," katanya.

Justru, katanya, koalisi PKB, Nasdem dan Demokrat sedang mempersiapkan diri untuk mendeklarasikan pasangan yang akan mereka usung. Ketiga partai tersebut masih menunggu rekomendasi dari DPP partainya masing-masing.

Bahkan, komunikasi antar ketua partai pun sudah terjalin cukup bagus. Dirinya tidak akan ambil pusing bila hal tersebut terjadi karena dalam politik merupakan hal yang dinamis.

"Sampai saat ini sampai kemarin, komunikasi dengan petinggi Demokrat, Nasdem bahwa kita menunggu untuk segera menggelar deklarasi setelah semua surat dan kelengkapan tiap-tiap parpol resmi menjelang nanti 4 September, semua perlengkapan ini tidak kurang dari pihak partai satu pun," paparnya.

Tonton video 'NasDem Awalnya Tak Tahu Wahyu Purwanto Adik Ipar Presiden Jokowi':

[Gambas:Video 20detik]



(mud/mud)