Curhatan Guru Honorer di Ciamis Mengajar Keliling-Daring, Berat di Ongkos

Dadang Hermansyah - detikNews
Senin, 10 Agu 2020 11:49 WIB
Seorang guru honorer di Ciamis tengah mengajar peserta didiknya.
Seorang guru honorer di Ciamis tengah mengajar peserta didiknya. (Foto: Dadang Hermansyah/detikcom).
Ciamis -

Sampai saat ini Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di Ciamis belum bisa digelar, karena pandemi COCID-19. Guru honorer di Ciamis berharap agar KBM tatap muka bisa segera dilaksanakan. Karena bagi honorer belajar dengan keliling dan daring cukup memberatkan.

Salah satunya dialami Tata Nugraha, guru honorer di SDN 3 Sadananya, Ciamis. Dia mengaku setiap hari harus berkelling ke sejumlah titik untuk mengajar para siswa. Sedikitnya ada 4 titik rumah orang tua siswa yang harus dikunjungi Tata, dengan satu kelompok berjumlah 7-8 orang.

"Setiap hari keliling ke rumah orang tua siswa untuk mengajar setiap kelompok. Dari pagi sampai siang. Mungkin bagi PNS tidak jadi persoalan. Tapi honorer dengan guru keliling ini mengeluarkan biaya untuk bensin motor. Meski 1 liter setiap keliling tapi bagi kami berharga," ucap Tata, Senin (10/8/2020).

Tata mengakui ada upah bagi guru honorer dari dana BOS. Namun ia hanya mendapat Rp 300-Rp 500 ribu setiap bulannya. Untuk mengatasi biaya operasional, dia harus membanting tulang dengan melakukan usaha sampingan.

Selain harus berkeliling, Tata juga melaksanakan KBM secara daring. Namun banyak kendala yang dialami dalam memberi materi pembelajaran via daring. Mulai terbatasnya akses internet hingga tidak semua siswa memiliki ponsel pintar.

"Bukan hanya BBM tapi juga untuk makan ketika di luar. Ditambah bukan hanya sistem guru keliling, tapi daring (dalam jaringan) juga. Jadi di sini dia sistem dijalankan," ucap dia.

Tata bersama sebagian guru honorer di Ciamis berharap agar KBM tatap muka bisa segera diizinkan kembali. Ia akan berupaya untuk menerapkan protokol kesehatan COVID-19, agar ditaati oleh para siswa.

"Harapannya belajar tatap muka di sekolah segera digelar lagi. Anak-anak juga sudah ingin belajar di sekolah. Kalau guru keliling dan daring itu sangat terbatas. Kami juga guru honorer tidak bisa leluasa mengajar," kata dia.

Guru Honorer lainya, Yuyu Yuliana, guru SDN 4 Kertasari berharap agar sekolah bisa dibuka kembali. Karena sudah banyak peserta didik dan orang tua yang mengeluh dengan kondisi saat ini. Mereka berharap bisa kembali ke sekolah.

"Belajar Daring atau guru keliling ada keterbatasan. Supaya lebih efektif sebaiknya belajar di sekolah bisa kembali dilaksanakan. Di sekolah anak-anak lebih semangat," ujarnya.

(mso/mso)