Jabar Sepekan: Kisah Petani Curi Ponsel untuk Anak- Hadi Pranoto yang Bikin Geger

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 08 Agu 2020 20:23 WIB
Hadi Pranoto menunjukkan ramuan herbal untuk antibodi COVID-19. Ramuan itu disebut mampu tingkatkan antibodi dalam mencegah penyebaran COVID-19.
Foto: ANTARA FOTO/ARIF FIRMANSYAH
Bandung -

Beragam peristiwa menarik terjadi di Jawa Barat sepanjang pekan ini. Salah satu yang menyita perhatian adalah klaim 'profesor' Hadi Pranoto soal obat atau serum yang diklaimnya bisa menyembuhkan COVID-19.

Tak hanya itu, kisah pencurian ponsel oleh buruh tani berujung haru. Pasalnya, sang ayah hanya ingin anaknya bisa mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) setelah tertinggal beberapa hari karena tak memiliki ponsel.

Kelakuan sebuah keluarga yang menggelar botram atau makan bersama di bahu jalan Tol Cipali juga jadi sorotan. Apa saja berita populer di Jabar pekan ini ? Berikut ulasannya :

1. Lima Keluarga jadi Klaster Corona di Bogor

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan saat ini ada 5 keluarga yang menjadi klaster penyebaran COVID-19 di Kota Bogor. Ia meminta warga Kota Bogor tetap waspada dan menjalani protokol kesehatan agar penyebaran COVID-19 bisa terkendali.

Dedie menyebut, klaster keluarga pertama yakni keluarga di Perumahan Rimba Raya, Bogor Selatan Kota Bogor. Satu keluarga ini terpapar COVID-19 setelah salah satu anggota keluarganya mengikuti kegiatan keagamaan di Kediri, Jawa Timur. Sampai Kamis (30/7/2020), total kasus positif di klaster ini berjumlah 8 orang.

Klaster keluarga kedua yakni keluarga seorang pengusaha restoran di Bantarjati, Bogor Utara Kota Bogor. Di klaster ini, 6 orang dari satu keluarga dinyatakan positif COVID-19 setelah menjalani swab.

"Tanggal 21 Juli lalu, hasil swab Kepala Keluarga yang bergejala hasilnya + (positif). Ada 17 kontak erat dan 5 diantaranya positif," kata Dedie, Kamis (30/7/2020) malam."(Kepala keluarga) adalah pemilik restoran. Kita akan tutup restonya. Sedang disiapkan langkah teknisnya," sambungnya.

Selain itu, satu keluarga di Cimanggu City, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor juga dinyatakan Positif COVID-19. Di klaster ini ada 4 orang yang dinyatakan positif COVID-19.

"Kemudian klaster Semplak, jumlah positif ada 14, 8 warga kota Bogor dan 6 warga Kabupaten Bogor. Kemudian klaster (keluarga) Sukadamai, ada 6 orang positif. (Rinciannya) 4 warga Kota Bogor, 2 warga Kabupaten Bogor," kata Dedie A Rachim.

Tonton juga 'Sekolah di Zona Hijau Jabar Boleh Dibuka, Dimulai dari SMA':

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5