Round-Up

Kisah Buruh Tani di Garut Curi Ponsel demi Anak Belajar Online

Hakim Ghani - detikNews
Kamis, 06 Agu 2020 08:59 WIB
Jaksa di Garut bantu ayah yang curi ponsel demi anaknya belajar online
Bantuan dari Kejari Garut kepada anak buruh tani. Sang ayah terpaksa mencuri ponsel demi anaknya belajar secara online. (Foto: Hakim Ghani/detikcom)

Kisah A tersebut menarik perhatian berbagai kalangan. Banyak pihak yang menaruh simpati terhadapnya. Sejak kasus tersebut ramai diperbincangkan pada Selasa (4/8), A tak henti-hentinya mendapat dukungan.

Bantuan baik moril maupun material terus diterima keluarga A. Bantuan salah satunya datang dari para jaksa. Jaksa-jaksa di Kejaksaan Negeri Garut patungan untuk membelikan anak A sebuah ponsel.

"Kita memberikan android untuk anak bapak tersebut yang kabarnya tidak bisa belajar karena tidak memiliki HP. Kita inisiatif untuk membelikan HP agar anak ini bisa belajar," tutur Kajari Garut Sugeng Hariadi kepada wartawan di kediaman A, Rabu (5/8).

Selain membelikan ponsel, jaksa juga membelikan peralatan sekolah bagi anak A. Sembako juga diberikan untuk meringankan beban keluarga tersebut.

"Kita juga berikan pemahaman terkait hukum. Walau bagaimana pun tindakan mencuri tidak pernah bisa dibenarkan. Bapak ini punya hati yang mulia, hanya caranya saja yang salah," kata Sugeng.

Selain para jaksa, sejumlah pihak juga turut serta memberikan bantuan. Bantuan diberikan juga dari polisi dan komunitas masyarakat.

Korban Cabut Laporan

Kasus tersebut kini telah diselesaikan secara kekeluargaan. Pihak korban telah mencabut laporan polisi yang sebelumnya mereka buat.

Kapolsek Tarogong Kaler Iptu Masrokhan membenarkan hal tersebut. Polisi, menurut Masrokhan, tidak akan melanjutkan penyelidikan perkara tersebut.

"Perkaranya sudah dicabut. Semua persoalan sudah selesai," kata Masrokhan kepada wartawan, Rabu (5/8).

Masrokhan menjelaskan, pada Selasa malam lalu, pihaknya mempertemukan pelaku dengan korban. Korban telah memaafkan pelaku dan menyatakan mencabut laporan.

"Kemarin setelah kita belikan ponsel, kita antar bapak ini untuk meminta maaf dan menyelesaikan persoalannya. Alhamdulillah korban ikhlas memaafkan dan mencabut laporan," ucap Masrokhan.

Halaman

(bbn/bbn)