Tersangka Korupsi RTH Ungkap Aliran Rp 10 M ke Eks Sekda Bandung

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Rabu, 05 Agu 2020 17:04 WIB
Tersangka korupsi RTH Bandung ungkap aliran dana Rp 10 miliar
Tersangka korupsi RTH Bandung ungkap aliran dana Rp 10 miliar (Foto: Dony Indra Ramadhan)
Bandung -

Tersangka kasus korupsi ruang terbuka hijau (RTH) Kota Bandung Dadang Suganda mengungkap soal uang Rp 10 miliar kepada eks Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Edi Siswadi. Status uang tersebut merupakan pinjaman Edi kepada Dadang guna maju dalam Pilwalkot Bandung.

"Saat itu dia mau pinjam untuk Pilwalkot Bandung. Tapi saya nggak punya uang. Edi menyuruh saya ikut program RTH. Tapi disuruh atau tidak, saya tetap ikut," ucap Dadang yang dihadirkan jaksa KPK dalam sidang lanjutan kasus itu di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (5/8/2020).

Dadang dihadirkan ke persidangan sebagai saksi atas terdakwa Herry Nurhayat, Tomtom Daabul Qomar dan Kadar Slamet. Ketiga terdakwa sudah disidangkan sedangkan Dadang belum dilimpahkan ke pengadilan.

Kembali ke soal duit Rp 10 miliar. Dadang mengaku pemberian uang Rp 10 miliar tersebut tidak dilakukan dalam satu kali. Menurutnya, pemberian dilakukan secara bertahap dari mulai Rp 25 juta, Rp 100 juta, Rp 200 juta hingga yang paling sering Rp 500 juta. Selain uang Rp 10 miliar, Dadang mengungkapkan Edi juga meminjam uang kepadanya Rp 4,5 miliar.

Dadang menambahkan pemberian pinjaman kepada Edi ini dilakukan lantaran Edi akan maju dalam Pilwalkot Bandung. Dia tergiur memberi pinjaman gegara keyakinannya Edi bakal menang dalam Pilwalkot tersebut.

"Semua orang waktu itu berpikiran Edi pasti menang. Survei dia paling unggul, dia pintar meyakinkan orang dan saya tergiur," katanya.

Namun ternyata Edi kalah dalam Pilwalkot tersebut. Usai kalah, Edi justru tak mengembalikan uang milik Dadang hingga saat ini. Justru, Edi meminta Dadang menandatangani perjanjian bila seolah-olah pinjaman tersebut sudah dibayarkan.

"Edi yang bikin perjanjian, dia yang bicara seolah-olah ini pinjaman dan sertifikat jadi jaminan. Bahkan, konsepnya pun dia yang buat. Saya akan bongkar semuanya di sini," kata dia.

Jaksa KPK Budi Nugraha lantas bertanya kepada Dadang terkait uang tersebut digunakan untuk keperluan kasus bantuan sosial. Sebab, dalam dakwaan dan juga pengakuan Edi saat jadi saksi, sebagian dari Rp 10 miliar itu digunakan untuk membayar ganti rugi kasus bansos.

"Untuk Pilkada, tidak ada omongan untuk Bansos," kata Dadang membantah.

Dalam persidangan, Dadang juga menceritakan keikutsertaannya dalam proyek RTH. Menurutnya, dia mengikuti proyek tersebut setelah ikut sosialisasi yang diadakan oleh BPKAD Kota Bandung. Dadang pun mulai membeli lahan untuk RTH.

"Tanah yang dijual ke Pemkot lebih banyak yang dibeli setelah sosialiasi," kata dia.

Tonton video 'DPO Kasus Korupsi Pertamina Senilai Rp 4 Miliar Diciduk':

[Gambas:Video 20detik]



(dir/mud)