Pekerja Hiburan Malam di Bandung Demo, Ini Kata Ridwan Kamil

Dony Indra Ra - detikNews
Senin, 03 Agu 2020 15:45 WIB
Massa tergabung dalam Pekerja Hiburan Malam Bandung menggeruduk kantor Wali Kota Bandung Oded M Danial, Senin (3/8/2020). Mereka, terdiri pria dan perempuan, menggelar aksi damai menuntut tempat hiburan dibuka.
Salahsatu poster yang dibawa massa pekerja tempat hiburan malam saat demo di Balai Kota/Foto: Wisma Putra
Bandung -


Sejumlah pekerja hiburan malam di Kota Bandung berunjuk rasa menuntut kembali dibukanya tempat hiburan. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku akan mengkaji terlebih dahulu.

"Ya jadi kita sedang melakukan kajian dulu," ujar pria yang akrab disapa Kang Emil di Makodam III Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung, Senin (3/8/2020).

Emil menuturkan dibukanya kembali tempat hiburan memerlukan kajian. Sebab, kata dia, berdasarkan analisa terakhir, virus Corona banyak beredar di ruang-ruang tertutup.

"Covid ini banyak beredarnya di ruang-ruang yang pengap yang aliran udaranya tidak ada jendela, nah memang hiburan malam rata-rata seperti itu, AC-nya sentral, orang ngobrolnya banyak terus kalau karaoke dia nyanyi-nyanyi kan sehingga protokol itu sedang kita sedang siapkan," tuturnya.

Tuntutan pekerja hiburan malam sendiri untuk dibuka karena kurangnya pendapatan. Menurut Kang Emil, pihaknya sudah menyiapkan bantuan bagi masyarakat atau pekerja yang terkena dampak akibat Pandemi COVID-19.

"Kemudian kepada mereka yang terdampak, kita kan sudah ada platform yang namanya bantuan sosial, nah bantuan sosial ini di pemerintah provinsi Jabar sudah dilebihkan 20 persen dari daftar yang ada. Jadi kalau mereka belum dapat maka mereka bisa mendapat akses di teori yang 20 persen untuk mengakomodasi mereka yang tidak terdaftar di tahap pertama," tuturnya.

"Jawabannya hanya dua, sebelum ada keyakinan bahwa itu aman, memang kita tidak mau ambil risiko, kalau kompensasi ekonominya tentunya survival secara bantuan pemerintah bisa kita siapkan dan memang sudah kita siapkan," kata Emil menambahkan.

Sebelumnya, massa tergabung dalam Pekerja Hiburan Malam Bandung menggeruduk kantor Wali Kota Bandung Oded M Danial. Mereka, terdiri pria dan perempuan, menggelar aksi damai menuntut tempat hiburan dibuka.

Pantauan detikcom, Senin (3/8/2020) siang, massa berjalan kaki di Jalan Wastukencana, Kota Bandung. Aksi demonstrasi ini mengakibatkan Jalan Wastukencana ditutup.


Sambil membawa spanduk serta baliho beragam tulisan dan bendera merah putih, mereka menuntut agar Oded segera memberikan izin tempat hiburan malam. Sejumlah perempuan pekerja hiburan malam membentangkan spanduk bertuliskan 'AKSI DAMAI PEKERJA HIBURAN MALAM BANDUNG'.

Kedatangan para pekerja hiburan malam ini untuk menyampaikan aspirasi. Sekadar diketahui, sudah lima bulan tempat hiburan malam ditutup bertepatan pandemi Corona ayau COVID-19.

"Buka buka tempat hiburan, buka tempat hiburan sekarang juga," kata salah satu orator.

Mereka menyebut, selama lima bulan hidup mereka terombang-ambing tanpa penghasilan tetap. Padahal, tempat hiburan malam di Kota Bandung sudah memenuhi protokol kesehatan.

"Selama lima bulan kami menjadi korban kesewenang-wenangan kalian. Protokol kesehatan sudah kita turuti, tapi itu hanya jadi kelinci percobaan saja, karena tidak ada kebijakan yang jelas," ujarnya

(dir/ern)