Laksanakan PKBM, RSHS Tiadakan Sementara Jam Besuk

Yudha Maulana - detikNews
Jumat, 31 Jul 2020 11:16 WIB
RSHS Bandung
RSHS Bandung (Foto: Muklis Dinillah)
Bandung -

Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung melakukan Pembatasan Kegiatan Berskala Mikro (PKBM) di seluruh wilayah RSHS, terutama di area strategis seperti Poliklinik Rawat Jalan, Rawat Inap, Bedah Sentral dan lain-lain mulai 3 Agustus 2020.

RSHS tidak melayani pendaftaran secara on site atau di tempat, oleh karena itu pasien yang diterima di Poliklinik Rawat Jalan RSHS hanya yang telah mendaftar secara online. Di samping itu pasien yang menunjukkan bukti pengambilan hasil pada tanggal tersebut, pasien yang telah terjadwal, Pasien klinik eksekutif, kontrol post rawat inap, serta pasien klinik khusus (Hemodialisa, Radioterapi, Kemoterapi Asnawati, Metadon Hemofilia, Thalassemia, TB Dots, TB MDR, Nuklir, Jiwa dan yang terjadwal SWAB).

Direktur Perencanaan, Organisasi dan Umum RSHS M. Kamaruzzaman mengatakan,hal ini diharapkan dapat membatasi pengunjung dari kerumunan yang dapat menghambat pelaksanaan physical distancing. Pembatasan pengunjung di Instalasi Rawat Inap juga tetap diberlakukan. Penunggu pasien hanya dibolehkan 1 orang dan jam besuk ditiadakan untuk sementara.



"Jumlah pasien COVID-19 semakin meningkat secara nasional maupun provisi Jawa Barat. Oleh karena itu PKBM ini merupakan upaya kita bersama untuk mencegah penularan. Kami harap masyarakat dapat memahaminya karena ini demi keamanan dan kebaikan kita bersama," ujar Kamarruzaman melalui keterangan tertulisnya, Jumat (31/7/2020)

Ia mengatakan, untuk mendaftar ke Poliklinik Rawat Jalan RSHS sangat mudah, dengan menghubungi contact center (022) 255 1111, bisa juga melalui aplikasi RSHS Go atau website reservasi.rshs.or.id

"Selain meningkatkan keamanan dan kenyamanan, dengan daftar online pasien tidak usah lama mengantri di loket pendaftaran. Saya juga menghimbau kepada seluruh pengunjung RSHS agar selalu mematuhi protokol kesehatan dalam masa AKB, diantaranya selalu menggunakan masker, jaga jarak minimal 1,5 meter dan selalu menjaga kebersihan tangan," ujarnya.

(yum/mud)