Round-Up

Gedung Sate Diserang COVID-19, 40 Karyawan Dinyatakan Positif

Yudha Maulana - detikNews
Jumat, 31 Jul 2020 08:33 WIB
Gedung Sate satu abad
Gedung Sate (Foto: Yudha Maulana)
Bandung -

Ancaman penularan virus Corona masih bisa terjadi dimana saja. Termasuk di Gedung Sate yang menjadi pusat pengendalian pandemi COVID-19 di Jawa Barat.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Pengendalian COVID-19 Jawa Barat (GTPP Jabar) Setiawan Wangsaatmaja melaporkan pada Kamis (30/7/2020) kemarin. Sebanyak 40 karyawan di Gedung Sate terinfeksi virus Corona.

40 karyawan itu terdiri dari 17 PNS dan 23 orang non-PNS. Lebih lanjut Setiawan merinci, 40 orang tersebut berasal dari berbagai biro yang berada di lingkungan Gedung Sate, di antaranya berstatus sebagai staf pendukung seperti satpam dan jasa pembersih.

"Bahwa betul di Gedung Sate ada yang terkonfirmasi positif sebanyak 40 orang, 40 orang ini tersebar di beberapa biro," ujar Setiawan dalam telekonferensi pers dari Gedung Sate, Kamis (30/7/2020).

Puluhan kasus terkonfirmasi ini, sebelumnya ditemukan melalui swab test masif yang dilakukan pada 27 - 28 Juli 2020 yang lalu di Aula Timur dan Aula Barat Gedung Sate. Dalam pemeriksaan itu, Pemprov Jabar menyediakan hingga 2.000 alat tes.

"Dari 40 ini, dari struktur tempat tinggal kebanyakan dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung dan ada beberapa di luar kota itu, dari Kota Cimahi juga ada," ujarnya.

Dilihat dari aspek usia, 40 persen dari 40 orang tersebut berusia di rentang 31 - 40 tahun. Lalu 30 persen di antaranya 20 sampai 30 tahun. Kemudian sisanya menyebar di usia 50 dan ada yang masih berusia 19 tahun.

Kendati begitu, Setiawan yang juga menjabata sebagai Sekda Jabar itu menegaskan bahwa kasus Corona di Gedung Sate bukanlah klaster baru. Sebab, tidak ada pola yang mencirikan sebuah klaster, yang di antaranya lingkungan yang tertutup.

"Kami memandang bahwa Gedung Sate selama AKB ini terbuka aksesnya, banyak pengunjung yang hadir ke sini, banyak yang studi banding ke sini. Sehingga tidak bisa kita pastikan sumber penularan dari internal atau eksternal, tapi kami sedang mencari tahu itu," ujarnya.

Sejauh ini, ujar Setiawan, Pemprov Jabar telah berupaya melakukan pencegahan dengan memasang berbagai sarana dan prasana pencegahan penularan virus. Kendati begitu, penularan atau transmisi virus bisa terjadi dimana saja.

"Pak Gub menyuruh tes proaktif, kami melihat memang ada kasus yang selama ini tidak terlihat. Rata rata di antara mereka tanpa gejala. Kita harus mengambil hikmahnya. Instansi pemerintah yang secara ketat 50 persen untuk diisi dan didatangi, sudah ada disinfektan, masih juga kecolongan," ujarnya.

Penelusuran jejak pun kini dilakukan dengan melacak jejak kontak erat dari pekerja yang terinfeksi COVID-19 itu. "Segera kita cek lakukan pelacakan dari yang kontak erat dari yang terkonfirmasi ini dan kebetulan kami melakukan pengetesan di Gedung Sate, semua data by name by address ada semua. Jadi kami bisa meneliti kepada orang yang terkonfirmasi positif, dalam satu minggu terakhir ini bertemu siapa saja," ucapnya.

"Rasionalnya ya kurang lebih kita lakukan pelacakan ke 80 orang, kita mungkin ada 800 orang yang harus kita uji, yang paling erat kita lakukan isolasi mandiri, sesuai protokol yang dilakukan," kata Setiawan menambahkan.

Tonton video '40 Orang di Gedung Sate Positif Covid-19, Kecolongan?':

[Gambas:Video 20detik]



(yum/mud)