14 Ribu Lebih Personel Dikerahkan untuk Pengamanan Idul Adha

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Kamis, 30 Jul 2020 17:04 WIB
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Saptono Erlangga Waskitoroso
Foto: Dony Indra Ramadhan
Bandung -

Sebanyak 14.043 personel kepolisian dikerahkan guna pengamanan hari raya Idul Adha. Pengamanan dilakukan di sektor lalu lintas hingga pelaksanaan salat Id dan pemotongan hewan kurban.

"Untuk pengamanan Idul Adha, Polda Jabar beserta jajaran mengerahkan kekuatan seluruhnya 14.043 personel, itu untuk di satgas Polda sendiri itu ada 1.152 personel kemudian untuk yang di polres jajaran itu 12.891," ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Saptono Erlangga Waskitoroso saat dihubungi, Kamis (30/7/2020).

Erlangga menjelaskan personel akan disebar ke sejumlah tempat dalam rangka pengamanan hari raya Idul Adha ini. Personel ada yang ditempatkan di jalan untuk mengatur lalu lintas arus mudik hingga di tempat-tempat pelaksanaan salat Idul Adha.

"Di dalam pengamanan ini kan termasuk libur panjang dari Jumat sampai dengan Minggu, kita antisipasi juga arus mudik dan balik kemudian juga di tempat wisata dan tentunya yang paling pokok kita mengamankan adalah tempat ibadah baik itu masjid maupun lapangan yang akan digunakan untuk salat id termasuk lokasi pemotongan hewan kurban," tuturnya.

Erlangga menambahkan dalam memperingati hari raya Idul Adha, pihaknya meminta agar masyarakat tidak melakukan aktivitas takbir keliling. Pasalnya saat ini kondisi masih pandemi COVID-19.

"Kita berharap karena kondisi pandemi COVID-19, ya untuk mengurangi kegiatan kerumunan massa, ya kita berharap tidak ada takbir keliling," kata dia.

Hal serupa diungkapkan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandung. Humas Kemenag Bandung Agus Saparudin meminta agar masyarakat tidak menjalankan aktivitas takbir keliling.

"Saat ini dalam kondisi pandemi Covid itu memang harus benar-benar jangan dilaksanakan takbir keliling karena yang jelas menimbulkan atau mengakibatkan potensi tertularnya Covid. Kan orang dengan dilaksanakannya takbir itu kan gak nyadar megang apa, menyentuh apa, dan segala macam berkumpul dan tidak memakai social atau physical distancing mereka gak nyadar, ini dikhawatirkan menjadi potensi besar," kata Agus.

(dir/ern)