Permintaan Membludak, Rumah Potong Hewan Bandung Lebihi Kapasitas

Siti Fatimah - detikNews
Kamis, 30 Jul 2020 16:40 WIB
RPH di Bandung kelebihan kapasitas karena permintaan membludak
RPH di Bandung kelebihan kapasitas karena permintaan membludak (Foto: Siti Fatimah)
Bandung -

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung Gin Gin Ginanjar mengungkapkan, Rumah Potong Hewan (RPH) di Kota Bandung sudah melebihi kapasitas yang ditentukan dalam protokol kesehatan COVID-19.

Pihaknya menyebut kelebihan kapasitas terjadi lantaran adanya imbauan perihal pemotongan hewan yang dianjurkan dilakukan di RPH selama pandemi COVID-19.

"Untuk kurban tahun ini malah melebihi kapasitas. Apalagi sekarang ada imbauan agar memotong hewan di RPH, ini juga yang menjadi repot karena kita cuma punya dua RPH," kata Gin Gin saat ditemui di RPH Ciroyom, Kota Bandung, Kamis (30/7/2020).

Dia mengatakan, kapasitas penerimaan hewan kurban di RPH juga terbatas dengan penggunaan maksimal 50 persen. "Jadi kalau biasa misalnya satu ruangan itu bisa 50 ekor pada sekali motong, berarti sekarang hitungannya 25," ujarnya.

Dia menambahkan, dari segi hewan yang dipotong di RPH berkurang tetapi permintaan warga Kota Bandung sangat tinggi. Pihaknya membatasi pemotongan dengan kapasitas permintaan yang membludak.

"Makanya kita bagi sekarang itu, hari H sampai hari H plus tiga. Karena biasanya mayoritas orang ingin di hari H. Yang membatasi selain kapasitas karena ada protokol kesehatan, si pekerja si pemotong juga sangat ketat, jadi itu juga agak membatasi," kata Gin Gin.

Adapun dua RPH milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung yaitu Ciroyom dan Cirangrang sudah terpenuhi kapasitasnya. Oleh karena itu, pihaknya bekerja sama dengan kewilayahan untuk mengintegrasi tempat pemotongan hewan baik di Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) maupun di RT atau RW.

"Penyembelihan hewan disentralisasi. Katakan kalau di satu RW itu yang dikoordinir dengan kepala DKM. Tempat penyembelihan harus mendapatkan rekomendasi dari Dispangtan untuk kita pastikan bahwa lokasi, kondisi, persiapan itu memenuhi persyaratan protokol kesehatan," katanya.

Pihaknya menyebut, sudah ada beberapa DKM, seperti Masjid Ukhuwah, Masjid Pusdai dan Masjid Salman yang rutin jadi salah satu tempat penyembelihan hewan kurban. "Malah mereka tidak hanya meminta rekomendasi, mereka juga minta didampingi dengan dokter hewan. Karena kita juga memeriksa kesehatan setelah hewan disembelih (postmartum)," tuturnya.

Gin Gin mengimbau selama penyelenggaraan pemotongan hewan kurban pada lebaran Idul Adha 1441 Hijriah ini, masyarakat agar tidak menonton pelaksanaan seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Begitupun bagi pengurban hanya bisa diwakili oleh satu orang.

"Menghindari kerumunan tentunya, di RPH Ciroyom ini kita pakai metode daring. Nanti untuk ijab qabul dan saksi hanya bisa diwakili satu orang, yang lainnya nonton via daring," pungkasnya.

(mud/mud)