Bupati Kuningan Bertemu dengan Sunda Wiwitan Bahas Polemik Pembangunan Makam

Bima Bagaskara - detikNews
Kamis, 30 Jul 2020 16:37 WIB
Bupati Kuningan Acep Purnama bertemu dengan masyarakat Sunda Wiwitan.
Bupati Kuningan Acep Purnama bertemu dengan warga Sunda Wiwitan (Foto: Istimewa).
Kuningan -

Bupati Kuningan Acep Purnama dan pihak masyarakat Adat Karuhun Urang (AKUR) Sunda Wiwitan akhirnya bertemu. Kedua pihak bertemu di Paseban Tri Panca Tunggal Kelurahan Cigugur, Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan, Kamis (30/7/2020) siang.

Pertemuan yang berlangsung secara mendadak tersebut membahas penyelesaian masalah bakal makam sesepuh adat Sunda Wiwitan yang sebelumnya disegel Satpol PP.

"Kita menjalin silaturahmi dan komunikasi karena beberapa hari kemarin ada hubungan yang kurang baik antara Pemda Kabupaten Kuningan dengan keluarga Paseban dan masyarakat AKUR," kata Acep Purnama usai pertemuan.

Dari hasil pertemuan itu disepakati kedua pihak akan menyelesaikan masalah pembangunan bakal makam dengan terlebih dahulu menyamakan pandangan sebelum menindaklanjuti pembukaan segel.

"Hasilnya dari pertemuan ini kita sepakat untuk menyamakan presepsi dan dalam waktu dekat akan menyelesaikan persoalan ini. Kita tidak dulu bicara soal pembukaan segel namun menyamakan pandangan dulu," lanjut Acep.

Acep juga mengatakan akan melakukan komunikasi dengan semua pihak dan berusaha menyelesaikan permasalahan yang ada sesuai dengan yang diharapkan masyarakat AKUR Sunda Wiwitan.

"Saya punya cara komunikasi dengan semua pihak dan akan menyelesaikan dengan apa yang diharapkan masyarakat AKUR mulai dari keberadaan hingga hak komunalnya," ujarnya.

Sementara itu Girang Pangaping Masyarakat Akur Sunda Wiwitan Okky Satrio Djati menyambut baik kedatangan Bupati Kuningan. Ia menegaskan akan melakukan komunikasi lebih jauh dengan Pemda Kabupaten Kuningan.

"Kita menyambut baik kedatangan Bupati, ini sebagai pembuka komunikasi untuk ke depannya sehingga persoalan pembangunan makam bisa cepat diselesaikan," kata Okky.

Ia pun menyebutkan untuk pembukaan segel masih harus menunggu kajian dari tim yang dibentuk pihak Pemda Kabupaten Kuningan dan masyarakat AKUR Sunda Wiwitan.

(mso/mso)