Jelang Idul Adha, Arus Mudik Jalur Selatan Jabar Direkayasa

Muhammad Iqbal - detikNews
Kamis, 30 Jul 2020 15:32 WIB
Jalur mudik selatan rancaekek
Foto: Muhammad Iqbal
Kabupaten Bandung -

Satuan Lalu Lintas Polresta Bandung memberlakukan rekayasa jalan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di jalur selatan. Rekayasa tersebut diberlakukan karena diprediksi akan adanya lonjakan kendaraan pada arus mudik Idul Adha tahun ini.

"H-1 pelaksanaan hari libur Idul Adha kita tahu bersama ini menjadi atensi pemerintah juga kami dari jajaran kepolisian Satlantas Polresta Bandung," ujar Kasatlantas Polresta Bandung Kompol Raden Erik Bangun Prakasa, Kamis (30/7/2020).

Erik mengatakan, pihaknya akan melakukan rekayasa jalan di beberapa titik rawan kemacetan, seperti di exit tol Cileunyi. Di mana belum beresnya Proyek Underpass Cisundawu akan menghambat masuk keluarnya kendaraan.

"Tentunya ini menghambat untuk arus lalu lintas sendiri. Namun sudah kita antisipasi dengan melakukan rekayasa lalu lintas yang ada dan kita harapkan nanti saat pelaksanaannya tidak menghambat masyarakat yang akan melalui jalir selatan," ujarnya.

Erik memprediksikan kepadatan kendaraan akan terjadi pada sore hari ini hingga malam hari. Hal tersebut dikarenakan akan adanya arus mudik disertai jam pulang kerja. Selain itu, pihaknya pun telah menyiapkan posko keamanan.

"Prediksi sendiri diperkirakan nanti sore setelah bubaran kantor sampai dengan malam hari nanti. Oleh karena itu, kami dari Polresta Bandung telah menyiapkan posko pengamanan untuk menyiapkan libur lebaran Idul Adha ini," katanya.

Seperti dari pantauan detikcom sekira pukul 13.00 siang, kendaraan masih terpantau ramai lancar. Kendaraan masih didominasi dengan kendaraan roda empat dan truk pengangkut barang serta sesekali terlihat bus yang mengangkut dan menurunkan pemudik.

"Arus lalu lintas masih terpantau ramai lancar belum terjadi peningkatan. Namun kita akan terus berkordinasi dengan posko utama yang ada di Cikopo," paparnya.

Sementara itu, Kapolresta Bandung Kombes Hendra Kurniawan mengingatkan kepada masyarakat bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk mudik. Meski demikian, pihaknya telah menyiapkan antisipasi apabila terjadi kemacetan pada arus mudik lebaran Idul Adha tahun ini.

"Pertama perlu kita sampaikan, bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk mudik. Namun demikian, kita sama-sama melihat bahwa memang ada peningkatan arus mudik ke arah Limbangan (Garut) dibandingkan dengan hari-hari biasa," kata Hendra saat memantau arus lalu lintas di Posko Cikaledong, Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung.

Demi mengantisipasi terjadinya kemacetan, pihaknya telah menerjunkan sejumlah 622 personel kepolisian. Dari total personel tersebut diberikan tugas berbeda, di antaranya mengatur lalu lintas dan pengamanan di lokasi pemotongan hewan qurban atau masjid.

"Jadi kita Polresta Bandung menggelar pasukan atau anggota sejumlah 622 personel. Di tempat qurban dan masjid sekitar 369 personel, kemudian kita siapkan juga pengurai apabila terjadi kemacetan," ujarnya.

Dari pantauan Hendra, arus kendaraan terlihat cukup ramai lancar. Pihaknya tidak akan menerapkan one way apabila kondisi arus kendaraan masih terbilang lancar.

"Penyekatan dilakukan apabila kondisinya tidak memungkinkan, kalau sekarang masih memungkinkan artinya tidak perlu penyekatan maupun one way. Mudah-mudahan tetap seperti ini," katanya.

Ia pun mengingatkan agar para pengemudi yang akan melangsungkan mudik tetap menerapkan protokol kesehatan baik di perjalanan maupun di kampung halaman.

"Tentu dengan kondisi seperti ini kita selalu mengingatkan kepada masyarakat untuk menggunakan masker, mencuci tangan kemudian selalu menjaga jarak,"

"Kita himbau sekali lagi ini bukan waktunya untuk mudik," tegasnya lagi.

(ern/ern)