Operasi Patuh Lodaya di Banjar, Pengendara Patuh Dapat Hadiah

Dadang Hermansyah, Faizal Amiruddin - detikNews
Sabtu, 25 Jul 2020 15:17 WIB
Operasi lodaya di banjar
Foto: Faizal Amiruddin
Banjar -

Operasi Patuh Lodaya 2020 mulai dilancarkan oleh seluruh Polres yang ada di wilayah Polda Jawa Barat, termasuk salah satunya Polres Banjar.

Sabtu (25/7/2020) razia Patuh Lodaya digelar Polres Banjar di simpang alun-alun Kota Banjar. Ratusan kendaraan diperiksa kelengkapannya oleh petugas, termasuk penggunaan masker.

Namun ada yang menarik dari operasi yang dipimpin langsung Kapolres Banjar AKBP Melda Yanny itu, pengendara yang mematuhi semua aturan lalu lintas dan memperhatikan protokol kesehatan, langsung mendapatkan hadiah.

Hadiah yang diberikan berupa kantong kertas berisi sembako dan makanan ringan. "Ini sebagai bentuk apresiasi terhadap pengendara yang disiplin terhadap peraturan lalu lintas dan protokol kesehatan," kata Melda.

Hal ini tentu saja membuat pengendara yang menerima hadiah tersebut girang. "Alhamdulillah dapat hadiah, baru kali ini diberi hadiah sama polisi," kata salah seorang pengendara sepeda motor.

Melda Yanny menghimbau agar seluruh jajaran yang terlibat operasi ini agar tetap mengedepankan sikap humanis.

"Jangan bekerja biasa-biasa saja, tapi lakukan sesuatu yang luar biasa. Berikan himbauan secara masif kepada masyarakat untuk tertib berlalu lintas dan patuh pada protokol kesehatan," kata Melda.*

Operasi Patuh Lodaya ini dilaksanakan di Gapura Selamat Datang Ciamis, tepatnya di Jalan Raya Imbanagara, Sabtu (25/7/2020). Operasi Patuh digelar selama 14 hari dari tanggal 23 Juli - 5 Agustus 2020.

"Hari ini ada pembagian masker, kita di Polres Ciamis ada 10 ribu masker yang akan kita bagikan selama Operasi Patuh Lodaya 2020," ujar Kasat Lantas Polres Ciamis AKP Sopyan Efendi saat melaksanakan operasi patuh.

Sopyan mengatakan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Operasi Patuh kali ini dibarengi dengan sosialisasi dan imbauan kepada pengendara untuk mentaati Protokol kesehatan. Terutama para pengendara sepeda motor untuk tetap memakai masker.

"Selama Pandemi COVID-29, kami memberikan edukasi dan imbauan kepada pengendara, warga yang melintas. Sehingga tentunya dapat mencegah dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19 yang saat ini belum ada vaksinnya," jelas Sopyan.

Sopyan menjelaskan dalam Operasi Patuh, sampai saat ini pihaknya telah melakukan penindakan terhadap 225 pengendara baik mobil maupun sepeda motor. Namun kendaraan yang melanggar masih didominasi sepeda motor. Polisi juga telah melakukan teguran terhadap ratusan pengendara.

"Untuk pelanggarannya, itu didominasi kendaraan roda dua. Seperti, pengendara tidak menggunakan helm, masih dibawah umur, berboncengan lebih dari satu," ungkapnya.

"Masih ditemukan pengendara yang tak pakai helm, tidak punya SIM (surat izin mengemudi) bahkan ada yang berboncengan lebih dari 1 orang. Pelanggaran itu langsung dilakukan penindakan," katanya.

Menurut Sopyan, dalam Operasi Patuh Lodaya 2020 ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk taat peraturan lalu lintas. Tujuannya untuk keselamatan dan meminimalisir angka kecelakaan. Selain itu, masyarakat juga mematuhi protokol kesehatan. "Harapannya masyarakat lebih sadar dan tertib berlalu lintas," pungkasnya.

(ern/ern)