Round-Up

Horor Pemerkosaan Gadis SMP di Cianjur oleh 7 Pemuda, Korban Muntah Darah

Ismet Selamet - detikNews
Sabtu, 25 Jul 2020 12:53 WIB
Ilustrasi Pemerkosaan Anak
Foto: Zaki Alfarabi / detikcom
Cianjur - Seorang gadis SMP di Kecamatan Agrabinta Kabupaten Cianjur menjadi korban pemerkosaan 7 pemuda. Ironisnya, pelaku tak lain adalah kekasih dan teman-temannya sendiri. Mereka masing-masing berinisial DD, SP, ABD, DN, KP ,YD, dan RN. Seluruh pelaku masih di bawah umur.

Polisi sudah menangkap para pelaku. Ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun pun menanti mereka. Ketujuh pelaku disangkakan Pasal 81 Ayat (2) UU RI nomor 17/2016 tentang perubahan kedua atas UU RI nomor 23/2002 tentang perlindungan anak.

"Ancaman minimal 3 tahun penjara maksimal 15 tahun penjara," kata Kasat Reskrim Polres Cianjur AKP Anton via telepon seluler, Sabtu (25/7/2020).

Horor perkosaan yang menimpa gadis tersebut terungkap Kamis (23/7/2020) lalu. Mirisnya, sebelum diperkosa, korban dicekoki minuman keras dan pil 'setan'. Begitu korban pingsan, tujuh pelaku menyetubuhi korban secara bergiliran.

Korban semula dijemput SP, kekasih yang juga menjadi salah seorang pelaku. Mengendarai sepeda motor, SP membawa korban yang masih berusia 15 tahun itu ke rumah pelaku lain di Kecamatan Cidaun untuk bertemu teman-temannya.

Di rumah pelaku, korban dicekoki miras oplosan dan dipaksa menenggak 'pil setan'. Setelah itu, pacar dan enam temannya memerkosa gadis malang tersebut. Setelah melakukan aksi bejatnya, pelaku malah meninggalkan korban begitu saja di sebuah warung.

Pihak keluarga yang tak terima dengan kejadian itupun melapor ke pihak kepolisian. Dengan sigap, polisi pun menangkap tujuh pelaku di rumahnya masing-masing.

"Total ada tujuh pelaku yang kami tangkap atas kasus pemerkosaan anak di bawah umur," ucap Kapolsek Agrabinta AKP Ipid Saputra.

Aksi bejat pelaku yang mencekoki gadis SMP dengan miras dan pil setan sebelum memerkosanya membuat korban lemas dan muntah darah.

"Di rumahnya korban muntah darah dengan kondisi tubuh yang masih lemas. Kami langsung bawa ke puskesmas," ujar Kapolsek Agrabinta AKP Ipid Saputra.

Kepala Puskesmas Agrabinta Ruslan Abdul Gani mengatakan, dari hasil pemeriksaan, korban mengalami luka di organ dalam. Diduga luka itu diakibatkan minuman keras.

"Ada luka di dalam perutnya, kemungkinan dari miras. Saat ini sudah normal kondisinya, sudah dipulangkan. Tapi dicek kesehatannya secara berkala," kata dia via telepon seluler.

Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Cianjur menyebutkan pemerkosaan gadis SMP oleh 7 pemuda merupakan duka di peringatan Hari Anak Nasional.

Ketua Harian P2TP2A Kabupaten Cianjur Lidya Indiyani Umar mengatakan, Hari Anak Nasional yang diperingati 23 Juli seharusnya menjadi momen peningkatan perlindungan dan pemenuhan anak. Sayangnya, kata dia, di Cianjur malah terjadi pemerkosaan terhadap anak di bawah umur.

"Apalagi pelakunya sampai tujuh orang, disetubuhi secara bergiliran. Kami sangat prihatin dengan kasus ini. Bahkan ini duka untuk Cianjur di momen Hari Anak Nasional," kata Lidya. (ern/ern)