Sampah-Air Lindi dari TPA Sarimukti Cemari Sungai di Bandung Barat

Whisnu Pradana - detikNews
Kamis, 23 Jul 2020 18:16 WIB
Sungai di Bandung Barat tercemar air lindi dari TPA Sarimukti
Limbah cair dan sampah dari TPA Sarimukti cemari sungai di Bandung Barat (Foto: Istimewa).
Bandung Barat -

Aliran Sungai Cipicung di Desa Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, tercemar berat oleh limbah cairan sampah atau air lindi dari TPA Sarimukti.

Pencemaran tersebut terungkap setelah Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat melakukan uji laboratorium dua sampel air ke Laboratorium Pusat Unggulan Lingkungan dan Ilmu Keberlanjutan (PULIK) Universitas Padjajaran

Sampel air yang diujikan berasal dari Sungai Cipicung yang terdampak buangan air lindi TPA Sarimukti. Sedangkan sampel ke dua adalah air lindi yang keluar dari pipa saluran pembuangan atau outlet unit instalasi pengolahan air limbah atau IPAL TPA Sarimukti dan digelontorkan langsung ke badan sungai.

Uji laboratorium dua sampel air itu untuk membuktikan jenis zat yang terkandung dalam aliran air sungai. Dikhawatirkan jika di aliran sungai tersebut mengandung zat berbahaya bagi lingkungan dan manusia yang kerap beraktivitas di sekitar sungai.

"Secara visual kedua sampel terlihat hitam yang menandakan kandungan padatan terlarut dan tidak terlarutnya tinggi, tapi kami ingin lebih memastikan zat apa saja yang ada di dalam air tersebut jadi perlu ada uji laboratorium," ungkap Direktur Eksekutif Walhi Jawa Barat Meiky W Paedong, Kamis (23/7/2020).

Secara kasat mata air Sungai Cipicung terlihat hitam pekat yang mengindikasikan tingginya kepadatan terlarut dan tidak terlarut. Hal itu juga berarti menjelaskan bahwa IPAL TPA Sarimukti berkualitas buruk.

"Sampel air sungai Cipicung sebenarnya secara kasat mata saja sudah terlihat jelas tercemar karena warna airnya yang hitam dan berbau," jelasnya.

Selain tercemar air lindi, Sungai Cipicung juga tercemar oleh sampah plastik. Sampah tersebut juga diduga berasal dari tumpukan sampah plastik di TPA Sarimukti yang terbawa ke aliran sungai.

"Sungainya dipenuhi sampah plastik yang limpas dari lokasi TPA . Sampah plastik banyak ditemukan mengendap di badan sungai dan juga sepadannya. Jadi ada dua penyebab pencemaran, sampah dan air lindi," bebernya.

Hasil uji laboratorium sampel cairan dari Sungai Cipicung nantinya bakal menjadi bukti lanjutan atas tercemarnya air sungai di kawasan Desa Sarimukti tersebut.

"Kami berharap hasil uji nanti bisa segera keluar. Ini akan menjadi bukti lanjutan atas tercemarnya air aliran sungai yang bermuara ke Sungai Citarum itu akibat pengelolaan limbah air lindi TPA Sarimukti yang buruk," tandasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB Apung Hadiat Purwoko mengatakan pengelolaan TPA Sarimukti ditangani langsung oleh Badan Pengelolaan Sampah Regional (BPSR) di bawah Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat.

Jika benar ada pencemaran di sungai yang ada di wilayah Bandung Barat itu, pihaknya bakal mengajukan keberatan atas buruknya pengelolaan IPAL TPA Sarimukti.

"Kalau ada uji lab dan hasilnya positif tercemar, Pemda Bandung Barat juga akan mengajukan keberatan. Karena kan jelas merusak lingkungan yang ada di sekitarnya," katanya.

(mso/mso)