Ditjen PAS Jamin Anak Berperkara Hukum Tetap Dapat Pendidikan

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Kamis, 23 Jul 2020 13:50 WIB
Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Kemenkum HAM Reynhard Saut Poltak Silitonga di LPKA Bandung
Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Kemenkum HAM Reynhard Saut Poltak Silitonga di LPKA Bandung (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom).
Bandung -

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) memastikan anak-anak yang berperkara dan tengah menjalani hukuman tetap mendapatkan hak pendidikan. Anak-anak yang tengah menjalani hukuman pun diharapkan dapat bekal usai bebas.

"LPKA (Lembaga Pembinaan Khusus Anak) tetap melakukan pembinaan kepribadian. Kita juga ada pembinaan kemandirian yaitu dia belajar tentang otomotif, bercocok tanam dan belajar bagaimana beternak, sehingga dia siap ketika dia keluar," ujar Direktur Jenderal Pemasyarakatan Dirjen PAS Kemenkum HAM Reynhard Saut Poltak Silitonga di LPKA Bandung, Jalan Pacuan Kuda, Kota Bandung, Kamis (23/7/2020).

Reynhard menuturkan LPKA berperan penting dalam hal membina anak-anak yang berperkara hukum. Penanganan terhadap anak berperkara, kata Reynhard, perlu dilakukan secara khusus.

"Karena status anak secara hukum berakibat kepada perampasan kemerdekaan anak secara fisik. Peran lembaga penempatan anak sementara dan lembaga pembinaan anak seperti ini, dalam pelayanan perawatan pembinaan pendidikan dan pengawasn, harus memperhatikan hak-hak anak dan prinsip dasar penanganan anak," tuturnya.

Pemenuhan pendidikan pun dijamin bagi anak-anak berperkara. Reynhard mengatakan pihaknya memiliki program guna membentuk kepribadian para anak-anak tersebut.

"Terkait dengan pembinaan kepribadian dan pelatihan keterampilan yang diberikan di LPKA, Ditjen PAS memiliki program sekolah mandiri. Ditjen PAS bertanggung jawab secara teknis dalam penyusunan dan pengawasan kebijakan sekolah mandiri ini. Program ini diselenggarakan berdasarkan program unggulan masing-masing LPKA, sehingga anak dapat mengembangkan potensi diisi berdasarkan bakat dan minat, serta menjadi anak yang berkarakter," ujarnya

"Kegiatan pelajar dalam program ini dapat dilaksanakan dengan berbagai metode dengan bentuk kreatifitas inovasi yang disesuaikan dengan keadaan masing-masing LPKA," kata Reynhard menambahkan.

Di tempat yang sama, Wali Kota Bandung Oded M Danial memberi motivasi agar anak-anak yang berperkara dapat menjalani pembinaan dengan baik. Sehingga nantinya ketika keluar, dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

"Saya menyampaikan mereka tetap semangat dan optimis dan terus mengikuti pendidikan atau pembinaan yang ada di lapas ini, dan saya berharap mudah-mudahan ketika mereka mengikuti pembinaan di lapas ini, kemudian mereka mendapatkan pembinaan yang baik sehingga ketika mereka pulang ke rumah masing-masing dengan mendapat remisi ya barangkali, mudah-mudahan mereka dapat siap hidup bermasyarakat lagi dan tentu saja saya titip kepada mereka anak-anak kita bahwa generasi yang akan datang itu adalah mereka," katanya.

Tonton video 'Menkes Terawan Minta Anak-anak Tidak Stres di Masa Pandemi COVID-19':

[Gambas:Video 20detik]



(dir/mso)