Jalani Tes Swab, 25 Pelaku Usaha Wisata di Pangandaran Negatif COVID-19

Faizal Amiruddin - detikNews
Kamis, 23 Jul 2020 12:14 WIB
Poster
Ilustrasi Corona (Foto: Edi Wahyono/detikcom).
Pangandaran -

Berbagai cara dilakukan Pemkab Pangandaran untuk mencegah penyebaran COVID-19. Salah satunya dengan melakukan tes swab kepada para pelaku usaha pariwisata di Pantai Pangandaran.

Tes swab digelar untuk melakukan pemetaan mencegah penyebaran Corona. Apalagi, pasca pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai dihentikan angka kunjungan wisata ke Pangandaran secara bertahap mulai menunjukkan peningkatan.

Beberapa waktu lalu Pemkab Pangandaran sudah melakukan tes swab kepada 25 pelaku usaha secara acak. Hasilnya semua dinyatakan negatif COVID-19.

"Beberapa hari lalu kami mengambil sampel swab terhadap puluhan pelaku usaha pariwisata di pantai Pangandaran. Alhamdulillah hasilnya semua negatif," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran Yani Ahmad Marzuki, Kamis (23/7/2020).

Dia mengungkapkan hasil tes swab terhadap pelaku usaha pariwisata ini diharapkan bisa membangun rasa aman wisatawan yang berlibur di Pangandaran. Sehingga pemulihan ekonomi di sektor pariwisata bisa terus bergerak positif.

Namun demikian Yani mengingatkan wisatawan dan pelaku usaha harus tetap waspada dan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Karena pandemi Corona sampai kini belum berakhir.

Yani menambahkan sampai saat ini Pangandaran telah mencatatkan 21 pasien positif Corona. Semua pasien positif Corona itu telah dinyatakan sembuh. Sehingga saat ini Pangandaran zero kasus Corona. "Tingkat kesembuhan pasien Corona di Pangandaran 100 persen. Semua pasien berhasil sembuh," ucap Yani.

Sementara itu untuk mendisiplinkan pengunjung dan pelaku usaha pariwisata di Pangandaran, aparat keamanan melakukan razia masker secara berkala.

Seperti yang dilakukan jajaran Koramil Pangandaran. Dipimpin Komandan Koramil 1320/Pangandaran Mayor Inf. Ikeu Masrika kegiatan razia di dekat taman Pangandaran Sunset itu menyisir warga yang kedapatan tak pakai masker.

"Masyarakat sudah banyak yang abai. Banyak pengunjung dan pedagang yang tak pakai masker. Makanya kami coba disiplinkan kembali," kata Ikeu.

Warga yang tak kedapatan tak pakai masker langsung diberi hukuman push up. Bahkan seorang turis mancanegara pun terjaring razia, dan diberi hukuman push up. "WNA itu bersedia push up, bahkan dia mengapresiasi langkah kita," kata Ikeu.

Ikeu mengaku prihatin karena banyak pedagang dan wisatawan yang tak mengenakan masker. "Makanya harus terus diingatkan, supaya mereka terus waspada bahwa pandemi Corona belum berakhir," ujarnya.

(mso/mso)