Pilbup Bandung, 3 Parpol Usung Dadang-Artis Sahrul Gunawan

Muhammad Iqbal - detikNews
Rabu, 22 Jul 2020 16:03 WIB
Sahrul Gunawan (Anisa/detikcom)
(Foto: Sahrul Gunawan (Anisa/detikcom)
Bandung -

Konstelasi politik di Kabupaten Bandung terus memanas setelah beberapa partai politik mulai meninggalkan Golkar. Bahkan, beberapa partai membuat koalisi baru untuk melawan partai pemilik kursi mayoritas.

Seperti koalisi baru PKB, Nasdem, dan Demokrat. PKB memilih batal berkoalisi dengan Golkar setelah keluarnya rekomendasi DPP Golkar yang mengusung Nia Agustina dan Usman Sayogi sebagai calon bupati dan wakil bupati bandung di Pilbup Bandung nanti.

"Betul kami sudah sepakat menandatangani MOU koalisi (PKB, Demokrat dan Nasdem)," kata Ketua DPC Demokrat Endang, Selasa (22/7/2020).

Kesepakatan koalisi tersebut didasari atas kesamaan visi bersama. Selain itu pula, koalisi ini pun telah sepakat akan mendukung pasangan Dadang Supriatna (Kang DS) dengan artis Sahrul Gunawan.

"Tiga partai ini sepakat mengusung DS sama Sahrul. Kesepahamannya karena sama-sama punya visi dan misi perubahan, kemudian sama-sama bekerja sama ke depannya untuk mewujudkan adanya perubahan itu," ujarnya.

Endang menuturkan terkait penilaiannya atas sosok DS. Ia menilai DS telah memiliki pengalaman yang cukup bila ditandingkan dengan lawan politik lainnya.

Pengalamannya di DPRD Kabupaten dan DPRD Jawa Barat dinilai cukup untuk mengurus Pemerintahan Kabupaten Bandung ke depannya. Hal tersebut yang akhirnya Entang ikut bergabung, terlepas DS yang urung diusung oleh Partai Golkat.

"Karena DS ini punya kapasitas kemampuan untuk menjalankan roda pemerintahan, karena dia berpengalaman dua periode menjadi anggota DPRD Kabupaten Bandung. Sekarang anggota DPRD Provinsi Jabar," ucap dia.

"Kita mengetahui cukup paham keinginan masyarakat Kabupaten Bandung, di samping itu masih muda enerjik dan punya wawasan yang cukup untuk mengelola pemerintahan sehingga dalam rangka mewujudkan perubahan ke depan tidak akan kesulitan," jelas dia. menyoal sosok DS.

Endang menegaskan bahwa jalinan koalisi ketiga partai itu sudah mendapat lampu hijau dari DPD Partai Demokrat Jawa Barat. Pasangan yang diusung ketiga partai itu pun yakni Kang DS-Sahrul Gunawan, menurut Endang, sudah final karena sudah disepakati ketiga partai koalisi.

"Insya Allah koalisi ini solid. Tapi kami masih terbuka jika ada partai lain yang mau gabung. Tapi usungan kami tetap DS-Sahrul," jelas dia.

Ia pun mengatakan, pihaknya percaya masyarakat, sebagai pemegang kedaulatan dalam pilkada, akan mendukung koalisi tersebut. Karena masyarakat Kabupaten Bandung dinilai lebih rasional dalam menentukan pilihannya.

"Kami paham infrastruktur keluarga Pak Obar sudah mapan di semua lini. Namun kami jauh lebih yakin, mayoritas masyarakat Kabupaten Bandung ingin ada perubahan dan tidak ingin keluarga Pak Obar berkuasa menjadi 25 tahun," ungkap Kang AY sapaan akrabnya.

Selain itu, gasil kesepakatan koalisi dengan PKB, Demokrat dan Nasdem tersebut sudah direkomendasikan dan dilaporkan ke DPW Nasdem Jawa Barat untuk kemudian diteruskan ke DPP Nasdem.

"Hasilnya (kesepakatan) semua sudah kami serahkan ke DPW. Calon bupati yang kami usulkan berdasarkan komunikasi dengan para ketua partai ada dua yakni Kang DS dan Kang Gun Gun (PKS). Harapan kami para calon Bupati yang diusulkan DPD Nasdem, juga melakukan komunikasi dengan ketua DPW Partai NasDem Jawa Barat," kata Agus Yasmin.

Sementara itu, dari segi jumlah kursi parlemen, koalisi ketiga partai tersebut dinilai sudah cukup mengusung DS-Sahrul Gunawan. PKB memiliki 6 kursi, Nasdem 5 kursi dan Demokrat 7 kursi. Dengan begitu, koalisi tiga partai itu melebih ambang batas minimal 11 kursi (20 persen) parlemen.

(mud/mud)