Polda Jabar Bekuk Warga Pembuat Senpi Diduga Ilegal

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Rabu, 22 Jul 2020 12:19 WIB
Polisi perlihatkan barang bukti senpi ilegal
Polisi perlihatkan barang bukti senpi ilegal (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom).
Bandung -

Polisi mengungkap kasus kepemilikan senjata api ilegal. Polisi tengah menyelidiki kaitan penjualan ke pelaku kejahatan.

Pengungkapan itu dilakukan oleh tim khusus Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar terhadap seorang pelaku berinisial AS di kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung pada Sabtu (18/7).

"Untuk yang kepemilikan senjata api illegal, sudah diamankan satu orang tersangka," ucap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes CH Patoppoi di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Rabu (22/7/2020).

Patoppoi menuturkan pengungkapan ini berawal dari adanya informasi masyarakat terkait pembuatan senjata api. Polisi lalu menyelidiki dan berhasil menangkap pemilik dan pembuat senpi tersebut.

"Senjata api dan amunisi ini dimiliki tanpa ada izin," katanya.

Berdasarkan pengakuannya, kata dia, tersangka membuat senjata jenis laras panjang itu sejak tahun 1998. Menurut Patoppoi, pelaku berhasil memproduksi beberapa senjata khusus jenis laras panjang.

"Dia ini profesinya memang pengrajin. Pengakuan tersangka ini untuk digunakan berburu babi di hutan. Tapi kita masih dalami," katanya.

Polisi saat ini masih menyelidiki berkaitan dengan pengungkapan tersebut. Termasuk adanya transaksi jual beli yang dilakukan oleh pelaku terhadap masyarakat umum.

"Ini masih dilakukan pengembangan. Kita selidiki apakah ada dipesan oleh pelaku kejahatan atau tidak," tuturnya.

Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa dua senjata yang sudah siap pakai berjenis laras panjang kaliber 5,56 mm dan satu pucuk senjata api yang belum jadi. Selain itu, ratusan butir peluru berbagai kaliber juga ikut disita.

"Barbuk ini bukan senjata angin, karena amunisinya juga peluru tajam," ujarnya.

(dir/mso)