Digugat Gegara Tolak Pesangon PHK, Karyawan Ini Gugat Balik Perusahaan

Wisma Putra - detikNews
Senin, 20 Jul 2020 13:41 WIB
Pengadilan Negeri Hubungan Industrial Klas 1A Bandung
Pengadilan Negeri Hubungan Industrial Klas 1A Bandung (Foto: Wisma Putra)
Bandung -

Sidang Lany Rosaria Indah (45), salah satu pegawai PT Prudential Life Assurance dituntut pihak perusahaan karena menolak pesangon di Pengadilan Hubungan Industrial Kelas 1A Bandung memasuki babak baru.

Setelah memberikan jawaban atas gugatan pihak perusahaan, Lany, menggugat balik pihak perusahaan karena haknya tidak diberikan sepenuhnya.

"Kami serahkan jawaban, dalam jawaban kami juga sertakan gugatan balik terhadap gugatan PT Prudential Life Assurance terhadap karyawan," kata Kuasa Hukum Lanie, Simon Sinaga ditemui usai persidangan di Pengadilan Hubungan Industrial Kelas 1A Bandung, Senin (20/7/2020).

Seperti diketahui, Lanie sudah bekerja sejak tahun 2004. Namun, pesangon yang diberikan terhadapnya hanya dihitung dari tahun 2017 atau masa kerja 2 tahun 11 bulan.

"Nah pada dasarnya di dalam jawaban kami tegas sampaikan bahwa, apa yang mereka kemukakan dalam gugatan terkait masa kerja ini kemudian yang kami bantah yang menurut kami secara normatif tidak patut diberlakukan terhadap karyawan yang sudah sekitar 16 tahun bekerja dan bergabung dengan PT Prudential Life Assurance," ungkapnya.

Menurutnya, perusahaan besar seperti PT Prudential Life Assurance tak sepatunya memperlakukan karyawannya seperti itu.

"Dalam gugat baliknya, kami tegaskan kembali tentang masa kerja, termasuk perhitungan-perhitungan yang menurut kami normatifnya secara idealisnya harus memasang diberlakukan terhadap karyawan sebagai kompensasi dari adanya PHK," jelasnya.

Minggu depan, acara sidang dilanjutkan dengan replik atas jawaban dari gugatan balik yang disampaikan.

"Mudah-mudahan konflik ini bisa diselesaikan dengan baik. Kami berharap demikian, proses tetap berjalan," tuturnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum PT Prudential Life Assurance Cristopher Simanjuntak mengatakan, pihaknya akan mengikuti tahapan sidang hingga putusan keluar.

"Kita proses sudah diamanatkan oleh undang-undang dan kita juga selalu mengedepankan proses yang diamanatkan, jadi kita jalankan dulu semuanya. Kita sebagai kuasa, akan melaksanakan sesuai proses hukumnya dan dalam hal ini, kita sebagai kuasa perusahaan kita hormati apa yang menjadi kewajiban semua pihak karenanya dalam proses ini kita jalankan dulu sesuai amanat sampai keluar proses putusan," ujarnya.

Tonton video 'Pemerintah Siapkan Rp 607,5 T untuk Pulihkan Ekonomi Akibat Covid-19':

(wip/mud)