Begini Awal Mula Ratusan Personel Pusdikpom Cimahi Terpapar COVID-19

Whisnu Pradana - detikNews
Kamis, 16 Jul 2020 17:09 WIB
Pusdikpom Kodiklat AD
Pusdikpom Cimahi (Foto: Whisnu Pradana)
Cimahi -

Pihak Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdikpom) Kodiklat AD Cimahi mengungkapkan awal mula paparan COVID-19 pada personelnya.

Komandan Pusdikpom Kodiklat TNI AD Kolonel Cpm Agus Wijanarko mengungkapkan terpaparnya ratusan prajurit itu bermula dari dua personel yang sakit kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Dustira Kota Cimahi.

Setelah dirawat, pihak rumah sakit kemudian melakukan swab test sebanyak dua kali dan didapati yang bersangkutan terkonfirmasi positif COVID-19.

"Tanggal 25 Juni, satu orang siswa berpangkat Prada sakit. Dirujuk ke Dustira, sampai di sana dilakukan tes COVID-19 dan dinyatakan positif. Tes swab yang pertama negatif, tes swab kedua positif," ungkap Agus, Kamis (16/7/2020).

Menyadari ada kasus positif di lingkungan Pusdikpom, pihaknya langsung meminta untuk segera dilakukan swab test secara massal. Swab test massal pertama itu kemudian diikuti oleh 200 personel yang terdiri dari siswa, guru, dan personel yang pernah berkontak dengan dua personel positif.

"Saya koordinasi dengan Kesdam III Siliwangi dan Dinas Kesehatan Kota Cimahi untuk melakukan tes swab kepada seluruh siswa dan guru militer atau pengajar yang terlibat langsung. Sehingga muncul hasilnya sebanyak 99 personel positif. Sehingga benar menjadi 101 personel yang positif," terangnya.

Saat ini, total 101 personel Pusdikpom di Kota Cimahi yang terkonfirmasi positif COVID-19 dinyatakan sembuh seluruhnya dari hasil swab test terakhir.

Hal tersebut setelah pihak Pusdikpom sudah melakukan tes swab kembali menyasar kepada 100 personel yang sebelumnya dinyatakan positif COVID-19.

"Kondisi terakhir, tadi malam itu sudah muncul hasil swab ke dua. Dari 100 orang itu 98 orang dinyatakan negatif, dan yang dua dinyatakan rusak sample. Tapi tadi pagi jam 8 jam 2 dinyatakan rusak sample dinyatakan lagi menjadi negatif. Jadi per hari ini, semuanya negatif (COVID-19)," ungkapnya.

Agus menyebutkan, kondisi 100 personel yang sebelumnya dinyatakan positif itu dalam kondisi bugar, bahkan sejak awal dinyatakan positif dan sejak awal menjalani karantina. Dengan kondisi fisik yang baik itulah diduga mendorong para personel lekas sembuh dari virus.

"Awal 100 orang ini tidak ada gejala apapun. tidak ada pusing dan mual, tidak sesak nafas, tidak ada demam, istilahnya adalah OTG atau orang tanpa gejala. dari semuanya ini tidak ada yang merasa sakit apapun sampai dengan hari ini tidak ada keluhan apapun mereka merasa sehat," tegasnya.

Tonton video 'Permukiman di Dekat Secapa AD Disemprot Disinfektan':

(mud/mud)