Ratusan Banser Kawal Sidang Putusan 4 Petani di Bandung

Muhammad Iqbal - detikNews
Kamis, 16 Jul 2020 13:41 WIB
Banser hadiri sidang empat petani yang jadi terdakwa
Foto: M iqbal
Kabupaten Bandung -

Puluhan anggota Banser hadir dalam persidangan putusan empat petani asal Kabupaten Bandung, Kamis (16/7/2020). Para petani jadi terdakwa karena menggarap lahan milik PT PP London Sumatera Indonesia Tbk.

Keempat petani tersebut adalah Enceng (56), Didi Simin (50), Engkus (41) dan Tatang Supriatna (41) warga Desa Tarumajaya Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung. Mereka duduk di kursi pesakitan sejak 13 Juli 2020 lalu karena diduga menggarap lahan tanpa seijin pemilik lahan PT PP London Sumatera Indonesia Tbk seluas lima hektare.

Mereka didakwa melanggar Pasal 6 Peraturan Pengganti Undang-undang Nomor 51 Tahun 1960 tentang Larangan Pemakaian Tanah Tanpa Izin yang Berhak dengan hukuman 3 bulan penjara dan denda Rp 5 ribu.

Seperti yang dilihat detikcom pada Kamis (16/7/2020) pukul 12.00 WIB di Pengadilan Negeri Bale Bandung Baleendah Kabupaten Bandung. Terlihat ada puluhan anggota Banser yang ikut hadir dalam sidang putusan kepada keempat petani.

Meski demikian, peserta sidang dibatasi karena di masa pandemi Corona di dalam ruang pengadilan. Hanya sekitar 20 kursi yang dapat diisi.

Ketua GP Ansor Kabupaten Bandung Achmad Fathoni mengatakan pihaknya merasa terpanggil setelah diketahui keempat petani menjadi terdakwa. Selain itu, beberapa anggotanya pun mengaku mengetahui sejarah terkait lahan yang digarap para petani.

"Kita sebagai Ansor Banser merasa terpanggil, petani di sini merupakan pejuang pangan yang seharusnya di masa saat ini seharusnya dimaksimalkan. Mereka juga masyarakat kecil, penduduk asli kenapa sampai terusir dari lahan sendiri," ujar Achmad ditemui di PN Bale Bandung Kabupaten Bandung, Kamis (16/7/2020).

Ia pun menegaskan, pihaknya akan terus mengawal para petani. Bahkan, apabila dimungkinkan akan membantu bercocok tanam bila para petani dikenakan pidana.

"Kita akan terus berjuang untuk masyarakat, terkait lahan tersebut karena kita berpedoman itu tanah, hak milik masyarakat dengan berbagai cara," ujarnya.

Tonton video 'Dituding Rusak Kebun Teh, 12 Petani di Sukabumi Dipolisikan':

(ern/ern)