Jabar Hari Ini: Mayat Bayi Diseret Anjing-Fakta Baru Perkosaan Gadis Bandung

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 15 Jul 2020 19:21 WIB
TKP penemuan mayat bayi di Tasikmalaya
Foto: TKP penemuan mayat bayi di Tasik (Istimewa).
Bandung -

Peristiwa tragis datang dari Kawasan Hutan Desa Cibungur, Parungponteng, Tasikmalaya. Sesosok mayat bayi, ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Warga melihat anjing sempat menggigit dan menyeret mayat bayi malang tersebut sejauh 200 meter.

Di Kota Bandung, seorang pengusaha Rahadian Azhar didakwa menyuap eks Kalapas Sukamiskisn dengan mobil 'setengah miliar'. Kabar baik datang dari Pusdikpom di Kota Cimahi, seratusan personelnya dinyatakan sembuh dari paparan virus Corona.

Sementara itu, kasus dugaan pemerkosaan dan penganiayaan kepada dua gadis oleh pria di Bandung masih berlanjut. Apa saja yang terjadi di Jabar Hari Ini ? Berikut ulasannya:

Bayi Diseret Anjing di Tasikmalaya

Penemuan mayat bayi lak-laki di kawasan Hutan Desa Cibungur, Parungponteng, Tasikmalaya gegerkan warga. Kondisi mayat bayi malang tersebut sangat mengenaskan.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Siswo Tarigan menyatakan mayat bayi itu ditemukan oleh warga yang sedang berburu di kawasan hutan. Saat itu warga melihat anjing menggigit dan menyeret mayat bayi hingga sejauh 200 meter.

"Awalnya ada saksi lagi berburu melihat ada anjing bawa bayi sekitar 200 meter dari lokasi awal. kemudian warga inisiatif makamkan lagi bayi tak jauh dari TKP (tempat kejadian perkara)," ucap Siswo saat ditemui di Kantornya Rabu (15/7/2020).

Siswo mengungkapkan ada beberapa luka pada tubuh bayi malang tersebut. Bahkan kedua tangan bayi sudah hilang diduga dimakan anjing. Pasalnya mayat bayi itu dikubur secara dangkal.

"Jadi bayi kemungkinan digali oleh anjing ini karena kuburannya dangkal," ucap Siswo.

Polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Selain memintai keterangan saksi, polisi juga evakuasi mayat bayi ke RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya.

"Berdasarkan di TKP kemungkinan digigit anjing yah dan kita dorong ke RSUD dr Soekardjo untuk otopsi penyebab kematiannya," kata Siswo.

Tak lama berselang, petugas kepolisian mengamankan sepasang kekasih yang diduga orang tua biologis bayi malang itu. Keduanya masih menjalani pemeriksaan di unit perlindungan anak dan perempuan Polres Tasikmalaya.

"Kita amankan pasangan yah yang mengarah ke pelaku. Tapi masih didalami apa motifnya mohon waktu yah," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5