Tarif Rapid Test Rumah Sakit di Jabar Mahal, Ini Kata Dinkes

Ismet Selamet, Yudha Maulana - detikNews
Selasa, 14 Jul 2020 16:27 WIB
rapid test peserta utbk unpad
Foto: Muhammad Rizal
Bandung -

Sejumlah rumah sakit rujukan COVID-19 di sejumlah daerah di Jabar masih menerapkan tarif rapid test di atas ketentuan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Sebelumnya, Kemenkes menerbitkan surat edaran (SE) yang menetapkan tarif rapid test tak boleh lebih dari Rp 150 ribu.

Detikcom pun menelusuri tarif rapid test di sejumlah rumah sakit rujukan COVID-19 di Kota Bandung. Harga diperoleh dengan mengontak layanan informasi dan memantau laman website fasilitas pelayanan rumah sakit tersebut pada Selasa (14/7/2020).

Dimulai dari RS Hasan Sadikin Bandung yang menjadi rujukan utama di Jabar, menerapkan Rp 445 ribu untuk pemeriksaan rapid test, berikut surat keterangan reaktif atau non-reaktif tes.

Begitu pun dengan RS Immanuel Bandung yang memasang tarif Rp 380 ribu, dengan fasilitas tambahan surat keterangan dari dokter. Tak jauh berbeda, RS Santo Borromeus pun menerapkan tarif Rp 353 ribu, sementara untuk PCR swab tes dimulai dari harga Rp 1.780.000.

Rumah sakit rujukan swasta lainnya, RS Advent juga memasang tarif Rp 300 ribu. Pemeriksaan dilakukan secara drive thru. Kendati begitu, sejumlah rumah sakit seperti Santo Yusuf dan Hermina Arcamanik memasang tarif Rp 150 ribu atau sesuai ketentuan.

Sementara itu RS Paru-paru Rotinsulu tidak memberikan layanan pemeriksaan rapid test kepada non-pasien.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Berli Hamdani mengatakan, penetapan harga rapid test masih bervariasi karena beberapa hal. Di antaranya, ada biaya lain yang mungkin dibebankan kepada orang yang akan diperiksa.

Tonton video 'Tarif Tertinggi Rapid Test Rp 150 Ribu, Sejumlah RS Kesulitan':

Selanjutnya
Halaman
1 2