Ini Kata Kepala Bapenda Kabupaten Bandung Atas Dugaan Langgar Netralitas ASN

Muhammad Iqbal - detikNews
Selasa, 14 Jul 2020 14:08 WIB
Jalan Buntu Pilkada 2020
Foto: detik
Kabupaten Bandung -

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bandung memanggil Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bandung Usman Sayogi atas dugaan pelanggaran kode etik ASN. Usman mengaku hanya memenuhi undangan dari DPP Golkar.

Usman merupakan calon wakil bupati yang akan mendampingi Nia Agustia Naser sebagai calon bupati usai mendapatkan rekomendasi dari DPP Golkar. Latar belakangnya seorang ASN menjadi pertimbangan Bawaslu untuk meminta klarifikasi atas kehadirannya dalam undangan DPP Golkar tersebut.

Usman menyampaikan, kehadirannya ke DPP Golkar merupakan memenuhi undangan yang diberikan. Ia mengaku tidak melanggar seperti yang disebutkan oleh Bawaslu, melanggar kode etik dan perilaku terkait netralitas ASN dalam pemilu.

"Kami hadir ke situ atas undangan, kami sepengetahuan pimpinan (Bupati). Kami hadir ke situ pada hari libur, dan tidak memakai artibut partai. Pada posisi tersebut kita hadir mengapresiasi undangan, dan masih tetap itu sifatnya rekomendasi bukan mengadakan komitmen," ujar Usman, Selasa (14/7/2020).

Usman mengatakan, turunnya rekomendasi tersebut masih menjadi pertimbangan. Ia tidak mau cepat-cepat mengambil keputusan akan mengiyakan rekomendasi tersebut.

"Rekomendasi itu masih perlu dipertimbangkan oleh saya, apakah ini secara kalkulasi saya yang masih lima tahun lagi punya jabatan atau saya pindah. Karena sejauh ini partai itu adalah sebagai bentuk apresiasi masyarakat. Bukan hanya melihat partainya saja tetapi bentuk apresiasi masyarakat kepada kinerja pribadi saya,"

"Tapi saya sikapi, bahwa ini sebagai tawaran, sebagai bentuk apresiasi yang harus saya pertimbangkan secara matang-matang," ujarnya.

Selain itu, Usman mengaku sudah berkomunikasi dengan Bupati Bandung, selaku pimpinannya di pemerintah daerah. Ia meminta agar Bupati memikirkan matang-matang atas rekomendasi yang direkomendasikan DPP Golkar.

Namun, apabila keputusan tersebut telah menjadi pilihan terakhir. Ia mengaku siap untuk menjadi calon wakil bupati mendampingi Nia yang juga sebagai istri Bupati saat ini.

"Saya sudah menyampaikan kepada pimpinan, kepada Bupati Bandung sebagai atasan saya, kalau masih ada orang lain yang dianggap mampu mendampingi saya tidak keberatan mau hari ini juga, saya mau merelakan, tidak masalah untuk saya,"

"Kalau seandainya pilihannya seperti itu, terus berjalan dengan semestinya, kemudian sikap politik saya harus memilih, saya siap akan berproses untuk mengundurkan diri (sebagai ASN)," tuturnya.

Meski demikian, ia menilai rekomendasi tersebut bisa saja berubah hingga pendaftaran calon di awal September nanti. Termasuk nama dirinya.

"Sampai saat ini sifatnya masih sebagai tawaran yang harus direspon, sampai detik-detik sampai tanggal pendaftaran, 4,5,6 September itu bisa dimungkinkan terjadi perubahan nama termasuk nama saya. Bisa saja terjadi perubahan dan belum ada komitmen. Jadi ini tawaran bukan komitmen," paparnya.

(ern/ern)