Hore, Pemkab Pangandaran Gratiskan Biaya Rapid Test

Faizal Amiruddin - detikNews
Selasa, 14 Jul 2020 12:24 WIB
rapid test peserta utbk unpad
Foto: Muhammad Rizal
Pangandaran -

Pemerintah Kabupaten Pangandaran menggratiskan layanan tes rapid. Layanan tes rapid gratis ini khusus bagi masyarakat yang memiliki KTP Pangandaran.

"Ya kami sudah menerima surat edaran dari Kemenkes mengenai biaya tes rapid yang tidak boleh lebih dari Rp 150 ribu. Namun kebijakan khusus bagi warga Pangandaran, Pemda memilih untuk mengratiskan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran Yani Ahmad Marzuki, Selasa (14/7/2020).

Tes rapid gratis itu diberikan kepada masyarakat yang memerlukan syarat tes rapid untuk keperluan kerja, sekolah atau lainnya. "Layanan tes rapid gratis dilakukan di Labkesda Pangandaran. Tapi hanya untuk warga Pangandaran," kata Yani.

Dia mengakui sebelumnya Pemkab Pangandaran melakukan tes rapid berbayar bagi warga luar Pangandaran atau wisatawan yang hendak ke Pangandaran. Mereka dipungut Rp 200 ribu untuk layanan tes rapid.

Menurut Yani biaya Rp 200 ribu, ketika itu sudah paling murah. Hanya untuk mengganti alat tes, sementara honor petugas ditanggung oleh Pemkab Pangandaran.

Tapi kebijakan wajib tes rapid bagi wisatawan itu dihapus pada 1 Juli 2020, sehingga Pemkab Pangandaran tak lagi melakukan tes rapid berbayar. "Kami sudah menghentikan tes rapid berbayar bagi wisatawan sejak 1 Juli, sementara surat edaran Kemenkes terbit pada 6 Juli. Jadi sekarang kami hanya melakukan tes rapid yang bersifat program atau untuk kepentingan penelusuran kasus," kata Yani.

Namun demikian pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran menurut Yani sudah meneruskan surat edaran Kemenkes mengenai biaya tes rapid itu kepada seluruh layanan medis yang dikelola swasta. "Kalau klinik-klinik swasta silakan jika ingin membuka layanan tes rapid. Tapi kami harap patuhi surat edaran Kemenkes," pungkas Yani.

(ern/ern)