Jabar Hari Ini: Warga Tak Pakai Masker Akan Didenda-TNI Gadungan Ditangkap

Tim detikcom - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 20:03 WIB
Polisi tangkap dua pelaku curas yang mengaku anggota TNI saat beraksi
TNI gadungan diciduk polisi (Foto: Muhammad Iqbal)
Bandung -

Sanksi denda senilai Rp 100 ribu - 150 ribu siap menanti bagi warga yang abai memakai masker pada fase adaptasi kebiasaan baru (AKB). Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun kini tengah menggodok aturan mainnya. Keputusan itu diumumkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Senin (13/7/2020).

Sementara itu, di Kabupaten Bandung dua orang pria yang mengaku personel TNI diamankan polisi, karena berbuat pencurian dengan kekerasan (curas). Timah panas bersarang di kaki aparat gadungan tersebut karena melawan saat hendak ditangkap.

Apa saja yang terjadi di Jabar hari ini ? Berikut ulasannya :

Tak Pakai Masker Siap-siap Kena Denda

Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memberlakukan denda bagi masyarakat yang tak menggunakan masker. Denda senilai Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu akan diberlakukan mulai 27 Juli 2020 mendatang

"Kami akan melakukan pendisiplinan. Proses edukasi, teguran sudah dilakukan. Tahap ketiga disiplin dengan denda. Dari (Rp) 100 -150 ribu kepada mereka yang tidak menggunakan masker di tempat umum," ucap Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai melakukan rapat koordinasi di Makodam III Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung, Senin (13/7/2020).

Kang Emil menuturkan denda diberlakukan bagi masyarakat yang tak menggunakan masker di tempat umum. Sementara di tempat pribadi, tak ada kewajiban.

"Kalau di ruang pribadi itu pilihan, di rumah tidak wajib. Mau pake silahkan untuk kewaspadaan. Kalau dia sedang pidato seperti saya tidak harus (pakai masker) , olahraga kardio tinggi, lari kencang, sepeda kencang, diizinkan (tidak menggunakan masker), sedang makan dibolehkan. Di luar itu ada denda," kata Kang Emil.

Pemberlakuan denda ini akan dilakukan selama 14 hari dan dimulai pada 27 Juli 2020. Pihaknya akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu.

"Proses ini akan dilakukan selama 14 hari dimulai pada 27 Juli. Pemberlakuan dendanya akan dimulai. Sebelum itu akan ada finalisasi sosialisasi. Mudah-mudahan tidak ada yang banyak yang kena denda," tuturnya.

Kang Emil mengatakan pemberlakuan denda ini dilakukan mengingat dari pengamatan dan laporan, masih banyak yang tidak menggunakan masker di lapangan.

"Ini hasil monitor dan laporan dari Kapolda, banyak orang yang cuek tidak menggunakan masker," katanya.

Selain membayar denda, sambung Emil, ada pilihan lain dalam penggunaan sanksi yakni kurungan atau kerja sosial.

"Kalau tidak bisa membayar denda, pilihannya opsinya kurungan atau kerja sosial yang finalisasinya sedang disiapkan pak Kajati," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4