Sakit Lumpuh di Malaysia, Pekerja Migran Asal Sumedang Meninggal

Muhamad Rizal - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 14:44 WIB
Proses pemakaman pekerja migran asal Sumedang yang meninggal di Malaysia
Proses pemakaman pekerja migran asal Sumedang yang meninggal di Malaysia (Foto: Istimewa)
Sumedang -

Atin Permana (24), seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Dusun Cikaraha, Desa Bugel, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang, meninggal dunia di Malaysia. Atin sebelumnya sakit.

Sebelumnya Atin sempat terjatuh saat bekerja, hingga mengakibatkan kelumpuhan. Sejak itu Atin ditampung sementara oleh sesama rekannya PMI di Kompleks sekitar Jalan Ipo Kuala Lumpur.

Kepala Desa Bugel, Asep mengatakan jenazah Atin sudah tiba di kediamannya setelah diantarkan dari salah satu rumah sakit di Jakarta.

"Jenazah Bu Atin tiba pukul 06.12 WIB di rumah duka dengan menggunakan mobil ambulance dari rumah sakit di Jakarta," kata Asep, melalui pesan singkatnya, Senin (13/7/20/20).

Ia menuturkan jenazah Atin langsung disemayamkan di rumah duka oleh pihak keluarga dan kerabat di TPU Desa Bugel pukul 09.12 WIB. Pemakaman Atin di hadiri langsung oleh pihak Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Jawa Barat.

Asep mengatakan Atin meninggalkan suami dan satu anak perempuan yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Kabid Penempatan dan Perluasan Ketenagakerjaan Asep Rahmat mengatakan sebelumnya Atin diketahui mengalami kelumpuhan akibat penyakit stroke dan sempat dirawat di Rumah Sakit Serdang Kuala Lumpur Malaysia.

Menurutnya Pemkab Sumedang melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) telah memfasilitasi kepulangan Atin.

"Biaya pemulangan ditanggung Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Baznas. Mungkin karena semua elemen bergerak dan responsif sehingga prosesnya tidak terlalu lama," kata Asep.

Menurutnya, status pekerjaan Atin masuk dalam tenaga kerja non prosedural atau tidak tercatat di Disnakertrans. Oleh sebab itu dengan adanya kejadian seperti ini, pihaknya mengimbau kepada warga yang hendak bekerja di luar negeri agar menggunakan jalur resmi.

"Masyarakat berhak bekerja dimana saja termasuk di luar negeri. Tapi kami mengimbau agar memakai jalur resmi sehingga perlindungan mereka terpantau oleh kita," katanya.

(mud/mud)