Bakar Kerenda, Mahasiswa Cirebon Demo Tuntut RUU PKS Segera Disahkan

Sudirman Wamad - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 13:59 WIB
Mahasiswa cirebon demo tuntut ruu pks segera disahkan
Foto: Sudirman Wamad
Cirebon -

Aliansi Mahasiswa Universitas Gunung Jati (UGJ) Menggugat berdemonstrasi di gedung DPRD Kota Cirebon, Jawa Barat. Mahasiswa mendesak DPR RI mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) dan meminta keringanan biaya pendidikan selama pandemi.

Aksi unjuk rasa mahasiswa itu diwarnai dengan pemasangan spanduk besar bertuliskan 'Gedung ini disita mahasiswa dan rakyat Indonesia' di gerbang masuk gedung DPR Kota Cirebon. Selain membentang spanduk, mahasiswa juga membawa keranda, simbolisasi matinya nurani wakil rakyat. Massa juga membakar ban dan keranda.

Presiden Mahasiswa (Presma) UGJ Cirebon Gilang Gemahesa menilai pemerintah tidak memberi jaminan bagi masyarakatnya untuk hidup makmur. Bahkan, Gilang menilai wakil rakyat membuat kegaduhan dengan mencoret RUU PKS dari prolegnas dan membahas RUU Omnibus Law di tengah pandemi.

"Kita bergerak menyuarakan keadilan. RUU PKS malah dicabut dari prolegnas. Ini yang menjadi atensi kami. Kami ingin RUU ini dibahas lagi dan disahkan," kata Gilang seusai aksi di DPRD Kota Cirebon, Senin (13/7/2020).

Gilang menyebutkan banyak kasus kekerasan seksual di Indonesia. Sehingga, perlu adanya payung hukum yang bisa melindungi korban.

"Perempuan harus dijaga kehormatannya. Hukum di Indonesia ini belum cukup untuk melindungi korban, atau perempuan," katanya.

Mahasiswa cirebon demo tuntut ruu pks segera disahkanMahasiswa cirebon demo tuntut ruu pks segera disahkan Foto: Sudirman Wamad

"Selain itu, kami juga meminta pemerintah untuk meringankan biaya pendidikan. Karena dampak COVID-19 ini berpengaruh terhadap ekonomi," kata Gilang menambahkan.

Di tempat yang sama, anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon Fitra Malik mengatakan aspirasi mahasiswa itu akan dilengkapi secara formal. "Kita mendorong apa yang menjadi aspirasi mahasiswa. Insyallah akan kami tindak lanjuti, kamis susun draft. Kemudian langsung kirimkan ke DPR RI. Ya secepatnya," kata Fitra.

(ern/ern)