Masih Zona Kuning, Sekolah di Cianjur Sudah Gelar Kegiatan Tatap Muka

Ismet Selamet - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 12:28 WIB
Sekolah di Cianjur sudah menggelar kegiatan tatap muka meski masih berstatus zona kuning
Sekolah di Cianjur sudah menggelar kegiatan tatap muka meski masih berstatus zona kuning (Foto: Ismet Selamet)
Cianjur -

Sekolah di Kabupaten Cianjur sudah menggelar kegiatan tatap muka dengan siswa di tahun ajaran baru, Senin (13/6/2020). Padahal Tatar Santri masih zona kuning penyebaran COVID-19.

Di SMPN 1 Sindangbarang misalnya, dari pantauan detikcom para siswa mulai berdatangan ke sekolah sejak pukul 06.30 WIB.

Siswa pun berkumpul dan dibariskan di halaman sekolah. Sebagian besar menggunakan masker, tapi ada beberapa siswa yang tidak mengenakannya. Bahkan para barisan siswa pun begitu rapat, tidak berjarak atau physical distancing.

Kepala SMPN 1 Sindangbarang Tedi Bahtiar, mengatakan kegiatan di hari pertama tahun ajaran 2020-2021 baru sebatas pengenalan siswa pada lingkungan sekolah.

"Tidak ada kegiatan belajar mengajar, ini hanya kelas satu yang ke sekolah untuk pengenalan lingkungan sekolah sekaligus pemaparan metode belajar daring. Jadi hanya hari ini, selanjutnya belajar di rumah dengan sistem daring," kata dia kepada detik.com saat ditemui di lingkungan sekolah.

Dia mengatakan pertemuan tatap muka perlu dilakukan agar siswa mengenal gurunya. Selain itu juga sekaligus meminta nomor kontak yang nantinya dimasukkan dalam Whatsapp Grup (WAG).

"Dicatat nomor kontaknya, nanti digabungkan di grup WA. Kalau ada yang tidak punya, nanti bisa komunikasi dengan teman yang terdekat untuk belajar daring nya," kata dia.

Menurutnya para siswa sudah diimbau untuk menjalankan protokol kesehatan, mulai dari cuci tangan dan pakai masker. Namun dia mengakui saat berkumpul para siswa tidak begitu berjarak karena kondisi halaman yang terbatas.

"Tapi kami upayakan agar menjalankan protokol kesehatan," kata dia.

Sama halnya dengan SMPN 1 Sindangbarang, MTS Sayang juga mengadakan pertemuan tatap muka.

Tetapi Winata, Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum Mts Sayang menegaskan hujan tidak ada kerumunan, sebab pengenalan lingkungan sekolah untuk kelas 1 dibagi dalam tiga hari.

"Kelas 2 dan 3 di rumah. Yang ke sekolah kelas 1 untuk pengenalan dan sosialisasi. Dibagi tiga Shift supaya tidak ada kerumunan," kata dia.

Setelah sosialisasi dan pengenalan lingkungan sekolah, siswa kembali belajar di rumah secara daring.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur Oting Zaenal Muttaqin mengatakan pihaknya mengizinkan kegiatan tatap muka di hari pertama tahun ajaran baru, dengan catatan harus menjalankan protokol kesehatan.

Menurutnya kebijakan itu diambil agar mempermudah sekolah menjalankan kurikulum di masa pandemi.

"Selanjutnya kan belajar daring, tapi di awal harus ada pengenalan dan sosialisasi. Supaya guru mengenal murid dan murid mengenal gurunya. Dengan begitu pembelajaran daring bisa efektif. Hanya sehari atau dua hari yang diizinkan, selebihnya belajar daring lagi," pungkasnya.

(mud/mud)