Tanam Ganja di Perbukitan Bandung, Pelaku Raup Rp 240 Juta Sekali Panen

Whisnu Pradana - detikNews
Minggu, 12 Jul 2020 15:55 WIB
Petani ganja di Bandung merapaut untung ratusan juta rupiah sekali panen
Petani ganja di Bandung merapaut untung ratusan juta rupiah sekali panen (Foto: Whisnu Pradana)
Bandung -

Lima orang pelaku pengedar dan petani ganja berinisial YN, A, M, C, dan D diamankan jajaran Satresnarkoba Polres Cimahi. Setiap kali panen, para pelaku mengantongi duit ratusan juta rupiah.

Kelimanya memiliki peran berbeda dalam penyalahgunaan narkotika tersebut. Pelaku A, M, C, dan D berperan sebagai pengedar paket ganja kering dan basah. Sedangkan pelaku YN, berperan sebagai petani ganja yang ditanam di tengah perkebunan.

YN menanam ganja di media polybag di lahan perkebunan Bukit Tunggul seluas 1 hektare milik PTPN di Desa Cipanjalu, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung berbatasan dengan Kabupaten Bandung Barat.

Kasatres Narkoba Polres Cimahi AKP Andry Alam mengatakan setiap panen dalam jangka waktu tiga bulan, para pelaku bisa mengantongi 40 kilogram ganja dengan ukuran 1 meter. Setiap kilogram daun ganja yang dikeringkan terdiri dari 20 batang ganja. Penanaman ganja tersebut sudah berjalan selama 1 tahun.

"Kalau dirata-ratakan, mereka setiap tiga bulannya panen 40 kilogram. Atau 800 batang ganja tapi bisa juga lebih tergantung ukurannya. Per kilogram ganja harganya Rp 6 juta, jadi total sekali panen Rp 240 juta," ungkap Andry saat ditemui, Minggu (12/7/2020).

Sesaat sebelum diamankan, para pelaku sudah sempat memanen tanaman ganja untuk yang ketiga kalinya. Artinya, pelaku sempat mengantongi keuntungan dari penjualan ganja hingga Rp 720 juta.

"Mereka tiga minggu sebelum kita amankan sudah sempat panen dan panen itu yang ketiga kalinya. Dalam setahun mereka bisa empat kali panen," terangnya.

Andry mengungkapkan di lahan yang berada tepat di lereng perkebunan Bukit Tunggul itu, pelaku menyebar tanaman ganja di antara pepohonan pisang, sayuran, dan tanaman keras lainnya.

"Jadi posisi tanaman ganja itu disamarkan dengan tanaman lainnya seperti pisang dan sayuran. Ada tujuh lokasi penanaman di lahan 1 hektare ini. Sengaja disebar untuk menyamarkan dari penglihatan petani lokal," bebernya.

Pihaknya saat ini langsung memasang police line di lokasi yang ditemukan tanaman ganja, termasuk pada gubuk yang dijadikan tempat menjaga tanam tersebut setiap siang dan malam.

(mud/mud)