Destinasi Wisata Ramai, Bupati Sukabumi Ingatkan Protokol Kesehatan

Syahdan Alamsyah - detikNews
Minggu, 12 Jul 2020 10:47 WIB
Wisatawan di Sukabumi diingatkan menerapkan protokol kesehatan
Wisatawan di Sukabumi diingatkan menerapkan protokol kesehatan (Foto: Syahdan Alamsyah)
Sukabumi -

Bupati Sukabumi Marwan Hamami mengingatkan soal protokol kesehatan di lokasi wisata dan pusat keramaian mengingat saat ini wilayahnya masih zona biru.

Melalui kebijakannya Marwan mengeluarkan Perbup No 21 Tahun 2020 soal masa transisi menuju Adaptasi Kehidupan Baru (AKB). Setelah Perbup dibuat, dunia pariwisata mulai kembali menggeliat.

Beberapa hotel menyebut terjadi peningkatan okupansi hingga 90 persen. Namun Marwan khawatir, peningkatan itu berimbas kepada status penanganan COVID-19. Ia mengingatkan seluruh pihak yang terlibat dalam pariwisata untuk menjaga ketat aturan soal protokol kesehatan.

"Geliat perekonomian mulai terlihat, mulai dari warung kecil, penginapan biasa sampai hotel menengah bisa kembali mengais rezeki. Di sisi lain, kalau Sukabumi tidak hati-hati dalam menangani Corona dengan membuka ruang bagi pariwisata bisa-bisa malah jadi zona merah dengan melihat banyaknya kendaraan dari Jakarta yang akan liburan," kata Bupati Marwan, Minggu (12/7/2020).

Marwan menjelaskan masa pandemi di wilayah Kabupaten Sukabumi saat ini tengah memasuki masa transisi menuju AKB.

"Bagi wilayah yang awalnya ditetapkan sebagai wilayah PSBB saat ini memasuki zona biru, kami mengimbau masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan dalam setiap aktivitasnya," tegas Marwan.

Marwan juga mengatakan ada atau tidak ada kasus corona di setiap wilayah yang berada di Kabupaten Sukabumi tidak ada salahnya penerapan protokol kesehatan tetap dijalankan ketat.

"Kita tetap menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah dan menjaga kesehatan, seluruh pihak kita libatkan tidak hanya tenaga medis tapi juga mereka yang berstatus ASN untuk ikut mensosialisasikan soal kewaspadaan ini," papar Marwan.

Marwan menambahkan bahwa menjaga kesehatan itu penting untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

"Sebetulnya sejak dulu sebelum ada wabah kita sudah gembar gembor terkait germas, dan sekarang pun sudah menjadi suatu keharusan bagi kita semua menjaga kesehatan, cuci tangan, pake masker saat sakit, menjaga dan membersihkan tubuh harus menjadi budaya sehingga dan menjadi kebiasaan baru saat ini" pungkasnya.

Tonton video 'Emisi Karbon Turun, RI Dapatkan Rp 800 Miliar dari Norwegia':

(sya/mud)