Malam Minggu, Kawasan Kuliner Puncak Dipadati Wisatawan

Ismet Selamet - detikNews
Sabtu, 11 Jul 2020 23:44 WIB
wisata kuliner di puncak cianjur
Foto: Ismet Selamet
Cianjur -

Memasuki Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), kawasan puncak tepatnya di perbatasan Cianjur-Bogor dipadati wisatawan, Sabtu (11/7/2020) malam. Sayangnya sebagian besar pengunjung abaikan protokol kesehatan.

Berdasarkan pantauan detikcom, untuk arus lalulintas tidak begitu padat baik dari arah Bogor menuju Cianjur ataupun sebaliknya.

Namun begitu melihat dua lokasi kuliner yakni Warpat dan Segar Alam, tampak parkiran begitu penuh oleh sepeda motor. Akibatnya, kendaraan roda empat harus parkir di pinggir jalan.

Di setiap warung di dua lokasi itupun dipadati pengunjung. Tidak sedikit dari mereka yang antre menunggu giliran untuk nongkrong sambil makan dan minum. Setiap ada kursi yang baru kosong pun langsung diisi oleh rombongan pengunjung yang sudah menunggu.

Kebanyakan pengunjung yang datang ialah warga Jabodebek yang hendak liburan ke Cianjur di akhir pekan.

wisata kuliner di puncak cianjurwisata kuliner di puncak cianjur Foto: Ismet Selamet

Andreas (30), warga Bekasi, mengatakan sejak Sabtu siang dia beserta tiga temannya sudah berada di Cianjur dan menyewa vila untuk berlibur hingga Minggu sore.

"Memang lagi liburan di Cianjur, sudah lama tidak ke mana-mana karena pandemi. Ini sekalian cari makan, nongkrong di Warpat," kata dia saat ditemui di Wisata Kuliner Warpat.

Sementara itu Khairiyyah (25), warga Bogor mengaku sengaja berangkat ke kawasan puncak untuk nongkrong. Namun lokasi wisata kuliner Segar Alam dan Warpat yang penuh membuatnya harus menunggu sekitar satu jam hingga dapat tempat duduk.

"Sering nongkrong di sini, tapi biasanya tidak seramai ini. Masih bisa dapat tempat duduk begitu datang. Tadi nunggu sejam baru bisa dapat tempat duduk," ucapnya.

Ujang (45), salah satu pemilik warung menuturkan sejak PSBB berakhir, kawasan puncak memang banyak didatangi wisatawan. Khusus malam minggu, wisata kuliner Warpat dan Segar Alam memang menjadi tujuan untuk nongkrong.

Dia mengaku sudah sering mengimbau pengunjung untuk memakai masker dan menjaga jarak, tapi terkadang hal itu tidak diindahkan.

"Sekitar tiga minggu terakhir, selesai PSBB saja mulai ramai. Lebih ramai dari biasanya. Saya juga kewalahan layani pengunjung. Sering diimbau untuk pakai masker dan jaga jarak, tapi kebanyakan tidak pakai dan berkerumun," kata dia.

(ern/ern)