Jabar Sepekan: Ribuan Anggota TNI Positif Corona-Denny Siregar Dipolisikan

Tim Detikcom - detikNews
Sabtu, 11 Jul 2020 19:33 WIB
Petugas melakukan penyemprotan di pemukiman warga sekitar Secapa AD
Foto: Wisma Putra

Pendaki Gunung Guntur Hilang dan Cerita Batu Besar yang Horor

Seorang pendaki, yang masih berusia remaja Afrizal Putra (16) dilaporkan hilang di Gunung Guntur oleh teman-temannya sesama pendaki, Sabtu (4/7).

Afrizal naik gunung bersama teman-temannya, Jumat (3/7) sore. Mereka bermalam didekat Pos 3, keesokan harinya Afrizal menghilang. Lantas, empat orang temannya melakukan pencarian, setelah lama mencari Afrizal tak kunjung ditemukan sehingga dilaporkan ke petugas.

"Kantor SAR Bandung menerima informasi satu orang pendaki hilang di Gunung Guntur Garut," kata Kepala Kantor SAR Bandung Deden Ridwansyah dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Minggu (5/7) pagi.

Tidak lama melakukan pencarian, sekira Pukul 11.45 WIB Afrizal ditemukan dalam keadaan selamat. "Pada pukul 11.45 WIB, Tim SAR gabungan berhasil menemukan survivor dalam keadaan selamat," ujar Deden.

Afrizal berhasil ditemukan selamat. Remaja itu ditemukan seorang warga setempat di sebuah batu besar.

"Kita temukan di dekat batu besar dekat sumber air Citiis," kata Entis yang merupakan bagian dari tim gabungan pencarian orang hilang di Gunung Guntur.

Afrizal ditemukan dalam kondisi lemas dan tanpa menggunakan pakaian. Selain itu tatapan matanya terlihat kosong.

"Kondisinya memang sudah terlihat lemas dan ada luka di bagian tubuhnya akibat duri. Jadi saat mencari, saya tawasulan berserah diri kepada Allah. Setelah itu, saya berteriak meneriakan namanya. Alhamdulillah ada jawaban kemudian saya dan rekan-rekan samperin," katanya.

Afrizal kemudian dievakuasi Entis dan sejumlah rekannya yang gabung dalam pencarian. Dia kemudian diberi pakaian dan diantar pulang ke rumahnya.

Mencuat cerita horor di balik hilangnya Afrizal di Gunung Guntur. Hal tersebut diungkap ayah Afrizal, Agung kepada detikcom.

Afrizal sempat kencing di Gunung Guntur. Berdasarkan keterangan teman-temannya, Afrizal mulai menunjukkan gelagat aneh. "Dia sempat ngobrol sendirian. Kemudian teman-temannya nanya, kamu ngobrol sama siapa. Anak saya jawab iyeu jeung si brother (ini sama si brother) sambil nunjuk ke arah gelap," ucap Agung.

Saat dilakukan pencarian oleh teman-temannya, Afrizal mengaku tersesat. "Katanya dia buntu. Jalan ke sana buntu jalan ke sini buntu. Tapi kondisinya sadar," ujar Agung.

Agung sendiri mengaku sempat putus asa saat mendengar kabar anaknya hilang. Agung bertolak ke Gunung Guntur pada Sabtu (5/7) malam. Sembari melakukan pencarian dia mengaku banyak berdoa.

"Saya bermunajat, berdoa kepada yang kuasa. Saya meminta maaf kepada karuhun-karuhun di sana kalau kelakuan anak saya tidak sopan," katanya.

Agung mengaku sangat berterima kasih kepada tim SAR gabungan yang telah berhasil menemukan anaknya di Gunung Guntur.

Halaman

(wip/ern)