Kakek di Kabupaten Bandung Ditemukan Tewas dengan Luka Jeratan di Musala

Muhammad Iqbal - detikNews
Sabtu, 11 Jul 2020 17:40 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Kabupaten Bandung -

Seorang pria lanjut usia, Cece (77), ditemukan dalam kondisi tewas di musala rumahnya, Rancabali, Kabupaten Bandung. Ditemukan luka bekas jeratan di lehernya.

Kapolsek Ciwidey AKP Ivan Taufiq mengatakan jasad korban ditemukan oleh anaknya pada hari Sabtu (11/7/2020) sekitar pukul 09.00 WIB pagi.

"Kejadiannya diduga tadi malam. Korban ini di atas usia 70 tahunan. Ditemukan oleh anaknya," kata Ivan, Sabtu (11/7/2020).

Ivan mengatakan, beberapa saksi telah diperiksa. Salah satunya, ada keterangan saksi yang mana korban terakhir kali terlihat usai salat Isya, kemarin (10/7/2020) malam. Saat waktu subuh masuk, ia tidak terlihat mengikuti salat Subuh di masjid dekat rumahnya.

"Salat Isya tadi malam masih ada, salat Subuh, biasanya ada tadi tidak ada. Kemungkinannya terjadi tadi malam. Karena ditemukannya tadi jam sembilan dan ditemukan sudah terkujur kaku di mushola rumahnya," tambahnya.

Saat di tempat kejadian perkara, kata Ivan, polisi menemukan bekas luka jeratan di leher jasad tersebut. Polisi menduga jeratan tersebut dilakukan seseorang yang akan mencuri di rumahnya.

"Olah TKP di rumahnya itu, korban kaya semacam dijerat lehernya, kemudian kamarnya acak acakan. Sementara diduga ini pencurian kekerasan," terangnya.

Pasalnya, menurut keterangan anak korban, orang tuanya tersebut sering kali menyimpan uang di dalam sebuah kaleng bekas kue. Saat diperiksa di TKP, kondisi kaleng tersebut tidak berisi uang, hanya tersisa buku tabungan.

"Memang belum ada yang meyakinkan ada yang hilang. tapi berdasarkan anaknya, bapaknya itu suka nyimpen uang kas di kaleng bekas kue,"

"Ada kalengnya, tapi sudah tidak ada uangnya, buku tabungan ada. Tapi tidak ada yang memungkinkan adanya nyimpan uang di situ. tapi biasanya itu, katanya, di kaleng," ujarnya.

Saat ini, korban dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih untuk dilakukan autopsi. Sementara itu, polisi masih melakukan pendalaman dan melacak keberadaan tersangka curas tersebut. Keungkinan, uang yang hilang sekitar Rp 10 juta.

'"Korban meninggal dunia adanya dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Curas) sebagaimana dimaksud dalam pasal 365 KUHP karena ada sejumlah uang berkisar Rp 10 Juta telah raib dalam bekas kue milik korban. Saat ini korban akan dilakukan autopsi ke RS Bhayangkara Sartika Asih, untuk barang-barang yang hilang sementara belum diketahui," pungkasnya.

(ern/ern)